Menu

Mode Gelap
Harga Rumput Laut di Nunukan Naik Menjadi Rp 17.000 Per Kg, Kadar Kekeringan dan Limbah Botol Bekas Jadi Catatan Marak Pencurian Kabel Listrik di Nunukan, Rumah Warga Hingga Penampungan Sementara Bagi eks TKI Jadi Sasaran Berkas Dugaan Korupsi Koperasi PNS di Nunukan Tak Kunjung P19, Dua Tersangka Dikeluarkan dari Tahanan Lantik Tiga Pejabat, Bupati Nunukan Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN Sekelompok Mahasiswa Nunukan Gelar Aksi Damai di Kejari Nunukan, Tuntut Transparansi Penyidikan Tiga Kasus Dugaan Korupsi Curi Sound Sistem Masjid, Seorang Nelayan di Pulau Sebatik Ditembak Polisi Saat Mencoba Kabur

Kaltara

Dihantam Ombak, Dua Perahu Jongkong Tenggelam di Perairan Jamaker Nunukan

badge-check


					Puluhan drum BBM yang diangkut kapal jongkong berhamburan di laut pasca kapal dihantam ombak saat cuaca buruk. Dok.LANAL Nunukan. Perbesar

Puluhan drum BBM yang diangkut kapal jongkong berhamburan di laut pasca kapal dihantam ombak saat cuaca buruk. Dok.LANAL Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Dua unit perahu jongkong/kayu, tenggelam di Perairan Jamaker, Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (18/6/2026).

Ombak kuat disertai angin kencang yang terjadi di Perairan Jamaker, menjadi penyebab karamnya dua perahu tersebut.

Peristiwa ini, terekam oleh sejumlah Hp warga yang membagikannya di media social.

Terlihat ABK kapal yang terbalik masih berada di atas kapal yang mengapung sebelum karam.

Di tengah terpaan angin kencang dan kuatnya ombak, terlihat sejumlah speed boat yang berusaha memberikan pertolongan.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan mengatakan, perahu yang pertama, adalah perahu dengan dua unit mesin Yamaha 15 PK, merupakan milik Haji Anto, dan memuat sekitar 30 drum BBM.

Dalam kapal tersebut, terdapat dua ABK, masing masing, Iwan dan Ilham.

‘’Untuk kapal Haji Anto, kejadiannya sekitar pukul 13.30 wita. Perahu jongkong, bersandar di Jembatan Perikanan Jamaker. Saat kondisi cuaca angin kencang dan ombak kuat, perahu  kemasukan air dari samping, dan akhirnya tenggelam di sekitar dermaga perikanan Yamaker,’’ ujar Sunarwan, melalui pesan tertulis.

Sementara untuk perahu kedua, adalah kapal dengan mesin 15 PK yang dinakhodai oleh Asri dan ABK bernama Bunding, warga Pasar Sentral Inhutani, Nunukan.

Kapal tersebut, memuat rumput laut dan kayu pancang.

Sunarwan menuturkan, perahu mesin tersebut, baru kembali dari memukat di perairan Kinabasan.

‘’Sekira pukul 15.10 Wita, saat berada di pesisir PLBL Tanah Merah, terjadi angin kencang disertai ombak besar. Akibat cuaca buruk tersebut, perahu hanyut dan tenggelam, kemudian terbawa arus hingga ke perairan Jamaker,’’ tuturnya.

‘’Kejadian tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kapal beserta muatannya tenggelam,’’ kata Sunarwan lagi. (Dzulviqor).

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara