NUNUKAN, infoSTI – Warga perbatasan RI – Malaysia di dataran tinggi Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, masih memenuhi loket bandara untuk mengantre tiket.
Penerbangan perintis yang hanya menyediakan 12 kursi penumpang, menjadi alasan mengapa antrean penumpang untuk arus balik Nataru masih panjang sampai hari ini.
Ketua Komisi 3 DPRD Nunukan, Rian Antoni mengatakan, warga Krayan membutuhkan kebijakan khusus terkait moda transportasi pesawat.
“Mereka ini mudik kesulitan, baliknya juga begitu. Kondisi ini sudah terjadi sejak dahulu, dan seharusnya ada kebijakan solutif yang mengurai persoalan ini,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Banyak masyarakat mengeluh anaknya terlambat masuk kuliah, absen kerja dan banyak persoalan lain.
Tak sedikit masyarakat yang meminta para legislator dari Dapil Krayan, untuk memesankan tiket agar lebih cepat mendapatkan tiket.
“Kita bingung juga. Antrean mudik ini kan panjang. Tidak mungkin kita tiba tiba meminta ada yang didahulukan. Semua punya urusan sama. Dan tidak elok juga menyerobot antrean,” ujarnya lagi.
Kendati demikian, Rian mengaku bersyukur karena Bupati Nunukan cepat merespon persoalan tersebut dengan melaunching SOA (Subsidi Ongkos Angkut) penumpang pesawat di awal tahun.
Pemda Nunukan, mengalokasikan anggaran Rp 8,6 miliar dan menggandeng maskapai Susi Air dengan rute Nunukan – Long Bawan, Long Bawan – Nunukan, dengan jumlah 408 penerbangan.
Serta rute Nunukan – Binuang, Binuang – Nunukan, dengan jumlah penerbangan 104 kali.
“Saya bersyukur sekali dengan langkah Bupati kita. Beliau mempercepat realisasi kontrak SOA demi mengurai persoalan transportasi. Ini sangat membantu dan mengurai masalah masyarakat di Krayan yang masih belum bisa kembali mengejar study ataupun kembali bekerja di luar daerah ” kata Rian.
Bupati Nunukan, Irwan Sabri mengatakan, realisasi SOA penerbangan ke Krayan, menjadi fokus perhatian Pemda Nunukan, mengingat urgensi Krayan sebagai perbatasan negara yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat terbang.
“Itu kenapa kontrak SOA penerbangan Krayan kita lakukan awal tahun. Penerbangan kita mulai 6 Januari 2026 sampai Desember nanti. Kami ingin membuktikan kehadiran pemerintah bagi warga pedalaman Krayan,” ujar Irwan Sabri.











