Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Kaltara

Atlet Panjat Tebing Andalan Nunukan Tewas Dalam Insiden Kecelakaan Lalu Lintas

badge-check


					Mobil minibus Toyota Calya dengan nomor polisi DP 1770 CF yang terlibat insiden laka lantas dan menewaskan Aldi, diamankan polisi bersama pengemudinya. Dok. Satlantas Polres Nunukan. Perbesar

Mobil minibus Toyota Calya dengan nomor polisi DP 1770 CF yang terlibat insiden laka lantas dan menewaskan Aldi, diamankan polisi bersama pengemudinya. Dok. Satlantas Polres Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Kecelakaan lalu lintas, terjadi di Jalan Pangeran Antasari Baru, Nunukan Selatan, Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (3/1/2026) malam.

Kecelakaan yang terjadi antara mobil minibus Toyota Calya dengan nomor polisi DP 1770 CF dengan sepeda motor Yamaha Mio M3, KU 2601 NV tersebut, menewaskan seorang atlet nasional andalan Nunukan, Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin (22).

‘’Terdapat tiga korban dalam peristiwa laka lantas semalam. Satu korban tewas atas nama Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin atau Aldi, posisinya dibonceng sepeda motor,’’ ujar Kasat Lantas Polres Nunukan, AKP Adek Taufik, melalui pesan tertulis, Minggu (4/1/2026).

Dijelaskan Adek, mobil Toyota Calya warna abu abu yang dikendarai RD (32) warga Jalan Kampung Rambutan RT 002, Nunukan Timur, melaju kencang dari arah Jalan Ujang Dewa menuju Jalan Antasari.

Setelah melewati Masjid Al Bilal, sebuah sepeda motor Yamaha Mio M3 warna putih yang dikendarai Dody Adithiya Irdani, warga Jalan Jamaker RT 005, Nunukan Barat dan berboncengan dengan Philipus Rinaldi Ama Payong, menyeberang dari sebelah kiri ke arah masjid.

‘’Pengemudi mobil bergerak dengan kecepatan tinggi, tak mampu menghindari sepeda motor, sehingga terjadilah tabrakan,’’ jelasnya.

Kedua kendaraan yang terlibat, dalam kondisi hancur. Bahkan mobil juga terbalik dan ringsek.

Pengendara motor, Dodi mengalami lecet di pelipis sebelah kanan, robek pada kepala bagian atas, lecet di bagian muka sebelah kiri, dan luka lecet pada lutut sebelah kiri.

Sementara Aldi, tewas di lokasi kejadian.

‘’Pengemudi mobil, atas nama RD, kita amankan,’’ kata Adek lagi.

Motor yang dinaiki Aldi saat peristiwa laka lantas di Jalan Antasari Baru, Sabtu (3/1/2026). Dok.Satlantas Nunukan.

Video terkait kecelakaan tersebut, bertebaran di media social di Nunukan.

Sejumlah ucapan bela sungkawa, langsung membanjiri grup Medsos.

Apalagi, Aldi merupakan salah satu atlet panjat tebing andalan Kabupaten Nunukan.

Dalam salah satu wawancara yang dilakukan wartawan media ini, pada 2021 lalu, Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin, bergabung dengan FPTI Nunukan sejak 2011, atau sejak kelas IV SD dan Provinsi Kaltara belum terbentuk.

Medali pertama ia raih di Kutai Timur tahun 2011. Aldy saat itu menyabet 2 medali perak.

Berlanjut Kejurnas di Jakarta, ia kembali meraih 1 medali perak. Saat itu, ia masih berusia 8 tahun.

Medali emas pertama, ia peroleh tahun 2014.

Momen ini, diakui Aldi paling berkesan karena saat itu adalah pembentukan FPTI Kaltara yang pertama, setelah lepas dari wilayah administrasi Kalimantan Timur.

“Saat itu usia saya 11 tahun dan ikut dalam kejuaraan panjat tebing kelas youth B umur 11 tahun,” tuturnya kala itu.

Tahun 2021, Aldi mempersembahkan medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) Ke-XV yang dihelat di Aceh.

Ia juga mewakili Indonesia di ajang internasional, termasuk ASEAN University Games 2024.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara