Menu

Mode Gelap
Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau   Jerit Tangis Ibu Atlet Panjat Tebing Nunukan Mendengar Vonis Ringan Terhadap Supir Pikap yang Menewaskan Anaknya Seorang IRT di Nunukan Ditangkap Polisi Karena Berusaha Membakar Tetangga, Pelaku Ternyata ODGJ Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara 40 Jamaah Umroh Nunukan Menginap di Kawasan Markaziyah, An Nur Jamin Kenyamanan dan Kemudahan Ibadah Perkuat Semangat Bela Negara, 80 Kader PKS Nunukan Ikuti KEMBARA di Perbatasan RI – Malaysia

Advertorial

Misi Bawa Atlet Disabilitas ke Panggung Internasional, Pemprov Kaltara Mulai Jaring Atlet Potensial

badge-check


					Proses klasifikasi atlet disabilitas Kaltara di Kota Tarakan, salah satu upaya membawa atlet difabel ke kancah internasional. Dok.NPCI Kaltara. Perbesar

Proses klasifikasi atlet disabilitas Kaltara di Kota Tarakan, salah satu upaya membawa atlet difabel ke kancah internasional. Dok.NPCI Kaltara.

TARAKAN, infoSTI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memasang target tinggi bagi para atlet disabilitas dengan target menembus kejuaraan internasional.

Langkah untuk mendukung misi tersebut mulai dipersiapkan, diantaranya, agenda klasifikasi yang berlangsung di Kota Tarakan, pada Sabtu (20/12/2025).

Pada momen tersebut, Pemprov Kaltara sekaligus memetakan bakat-bakat lokal untuk menembus kompetisi internasional.

​‘’Kaltara menyimpan potensi besar. Langkah evaluasi ini menjadi kunci utama untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas atlet agar mampu bersaing secara kompetitif di luar daerah,’’ ujar Staf Ahli Gubernur Bidang Aparatur, Pelayanan Publik, dan Hubungan Antar Lembaga, Robby Yuridi memberikan statemen.

​​Sebanyak 100 peserta dari lima Kabupaten/Kota di Kaltara hadir membawa semangat juara.

Masing masing daerah mengirimkan 20 atlet terbaiknya beserta para pendamping mereka.

Kehadiran berbagai pihak, mulai dari Dispora, Dinas Sosial, hingga pimpinan SLB, menunjukkan dukungan kolektif yang kuat bagi ekosistem olahraga disabilitas.

​‘’Kami menyampaikan apresiasi kepada pengurus NPCI dan panitia atas terselenggaranya kegiatan ini,’’ ucap Robby.

​Proses klasifikasi, melibatkan tim ahli medis untuk menjamin keadilan dalam kompetisi.

Terdapat tiga narasumber utama yang memimpin penilaian ini. Yaitu,

  1. dr. Pariman (Spesialis Tuna Grahita NPCI Pusat),
  2. dr. Daud Suryaningrat Turupadang, dan
  3. dr. Seno Aji Wijanarko.

​Kehadiran para pakar ini memastikan setiap atlet mendapatkan kategori tanding yang tepat sesuai kemampuan fisik mereka.

Penilaian objektif, menjadi fondasi penting bagi para atlet sebelum mereka terjun ke gelanggang profesional.

‘’Agenda klasifikasi tersebut diharapkan mampu memicu motivasi besar bagi seluruh pejuang olahraga di bumi Benuanta untuk terus mencetak prestasi,’’ kata Robby lagi.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial