Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Hukrim

Jumlah Tangkapan Narkoba Menurun Drastis, Polres Nunukan : Ada Perubahan Jalur dan Pola Distribusi

badge-check


					Ilustrasi : Pemusnahan narkoba di Mapolres Nunukan bersama unsur Forkopimda. Perbesar

Ilustrasi : Pemusnahan narkoba di Mapolres Nunukan bersama unsur Forkopimda.

NUNUKAN, infoSTI– Polres Nunukan, Kalimantan Utara, mengakui penangkapan narkoba untuk periode 2025, menurun drastis jika dibandingkan 2024.

Kasat Narkoba Polres Nunukan, AKP Rizal Muhammad mengatakan, tren penurunan tangkapan narkoba, tak berarti angka penyelundupan ikut berkurang.

‘’Meski lolos di Nunukan, di daerah lain luar Nunukan, gencar penangkapan,’’ ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Rizal mencontohkan, dua kasus yang baru terjadi, yaitu penangkapan narkoba di Malinau dan di Kota Tarakan, dengan barang bukti masing masing 3 kg.

‘’Jadi ada perubahan pola pengiriman. Dulu dalam setahun, Satreskoba Polres Nunukan bisa mengamankan sampai puluhan kilogram, sekarang hanya jumlah kecil,’’ jelasnya.

Awal 2024, tepatnya di medio Januari – Maret, lanjut Rizal, Satreskoba Polres Nunukan bisa mengamankan sebanyak 86 Kg sabu sabu.

Sementara Tahun 2025, periode Januari – November, Polres Nunukan hanya mengamankan sekitar 15,5 kg saja.

‘’Jalur yang digunakan sudah berubah, mereka tak lagi menggunakan transportasi laut di Pelabuhan Tunon Taka, tapi ada yang langsung lewat perairan menuju perbatasan Malinau, atau lewat jalur darat di wilayah Seimanggaris tembus Balikpapan,’’ katanya lagi.

‘’Jadi kalau dikatakan ada penurunan pengungkapan kasus narkoba diatas 50 persen, itu karena jalur dan pola yang sudah berubah,’’ sambungnya.

Kendati demikian, Rizal menegaskan komitmen perang terhadap narkoba.

Wilayah perbatasan negara, menjadi jalur yang perlu diwaspadai dan diawasi dengan ketat.

‘’Makanya kami koordinasi dengan Satgas Pamtas RI – Malaysia. Jalur perbatasan negara, memiliki banyak celah yang semua bisa menjadi jalur distribusi,’’ kata dia.

‘’Mari sama sama awasi, laporkan jika ada potensi penyelundupan narkoba. Kita synergy untuk memberantas narkoba,’’ tegasnya.

Facebook Comments Box

Trending di Hukrim