Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

Cerita Bocah SD 001 Filial di Pedalaman Sebuku, Mendayung Perahu Melewati Sungai Banyak Buaya

badge-check


					Ilustrasi : Anak anak sekolah di pedalaman Nunukan. Perbesar

Ilustrasi : Anak anak sekolah di pedalaman Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Potret pendidikan di wilayah 3T (Tertinggal Terdepan, Terluar), kembali menyajikan cerita miris dari anak anak pedalaman yang ingin menimba ilmu.

Salah satunya di Desa Pembeliangan Kecamatan Sebuku. Masih ada anak anak kecil yang berangkat sekolah dengan mendayung sampan, melewati sungai dengan banyak buaya.

‘’Kalau difikir ini sudah tahun berapa ini, masih ada anak anak sekolah yang mendayung perahu pergi ke sekolah. Tapi itu terjadi di Dapil saya di Sebuku,’’ tutur Anggota DPRD Nunukan, Tri Wahyuni, Kamis (20/11/2025).

Anak anak SD Filial di Sebuku tersebut, biasa berangkat berkelompok dengan mendayung sampan bergantian, sebagian diantar oleh orang tuanya dengan perahu ketinting.

Sungai yang mereka lewati, dikenal rawan, karena dihuni oleh kawanan buaya buas.

‘’Kita tidak bisa banyak berbuat kalau itu. Yang mereka ingin, bisa belajar nyaman, dengan bangunan yang layak. Itulah saya pernah berikan anggaran renovasi pada 2023, dan sekolah tersebut masih butuh banyak perbaikan,’’ kata Tri Wahyuni lagi.

Jarak SD Filial Sebuku ke sekolah induk SDN 001 Sebuku, lanjut Yuyun, cukup jauh dan harus memutari perkebunan kelapa sawit.

Jalan alternative yang mudah dan cepat, memang hanya melalui sungai, dengan tantangan banyak buaya.

‘’Banyak orang tua murid juga yang memilih menyekolahkan anaknya di Satuan Pemukiman (SP) 2 Tulin Onsoi, di kecamatan lain karena pertimbangan keselamatan,’’ imbuhnya.

SD Filial Sebuku memiliki hampir 100 murid, dan hanya terdiri dari 4 kelas.

Untuk kelas 5 dan 6, anak anak tetap harus melanjutkan di SDN 001 Sebuku sebagai sekolah induk.

‘’Kita mau membuat mereka belajar nyaman dengan memastikan sarana prasarana belajarnya memadai dan layak. Kasihan mereka berangkat taruhan nyawa, tapi sampai sekolah, belajarnya tidak nyaman,’’ kata Yuyun lagi.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial