Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

Tanaman Sawit Sering Busuk di Pohon, Petani di Sebuku Inginkan jalan Tani yang Layak

badge-check


					Anggota DPRD Nunukan, Tri Wahyuni (kemeja putih), saat penjaringan aspirasi di Sebuku. Dok. Tri Wahyuni. Perbesar

Anggota DPRD Nunukan, Tri Wahyuni (kemeja putih), saat penjaringan aspirasi di Sebuku. Dok. Tri Wahyuni.

NUNUKAN, infoSTI – Masyarakat petani kelapa sawit di Kecamatan Sebuku, Nunukan, Kalimantan Utara, menginginkan jalan tani yang layak untuk mengeluarkan hasil panen mereka.

Selama ini, jalan tani menuju akses utama, menjadi kendala dalam pengangkutan hasil panen kelapa sawit.

Jalan yang masih tanah, menjadi sangat licin di musim penghujan, sehingga mobil tak bisa masuk, dan mengakibatkan banyak tanaman sawit membusuk di pohon.

Teriakan yang paling santer, berasal dari Km 19, Desa Tinampak. Masyarakat terpaksa menelan ludah dan mengurut dada, karena kesulitan mengeluarkan tanaman buahnya.

‘’Yang paling mereka inginkan adalah pembangunan jalan tani untuk mengeluarkan sawitnya. Kita terus mendapat keluhan banyaknya buah sawit yang busuk di pohon karena kendala akses jalan tani,’’ ujar Anggota DPRD Nunukan, Tri Wahyuni, Kamis (20/11/2025).

Wanita yang biasa disapa dengan nama Yuyun ini menegaskan, jalan tani menjadi kebutuhan mayoritas masyarakat di Kecamatan Sebuku hingga Tulin Onsoi.

Bagaimanapun, masyarakat butuh kemudahan akses untuk mengangkut hasil panen, distribusi pupuk, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

Kemudahan akses jalan tani, kata Yuyun, tentunya akan berdampak pada penurunan biaya produksi dan peningkatan nilai ekonomi produk pertanian, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong kemajuan ekonomi desa.

‘’Kalau akses bagus, petani dapat lebih cepat dan mudah mencapai lahan mereka untuk menanam ataupun memanen. Kasihan mereka lebih sering rugi karena akses jalan tani yang masih sulit,’’ imbuhnya.

Dengan jalan tani yang bagus, lanjutnya, hasil panen dapat diangkut dengan lebih cepat dan biaya lebih rendah dari kebun ke perusahaan pembeli TBS Kelapa Sawit.

Hal itu juga berdampak pada efisiensi biaya transportasi, lebih mengirit waktu saat mengangkut sarana produksi dan hasil panen.

‘’Dengan jalan tani, masyarakat Sebuku akan mengalami peningkatan nilai ekonomi produk mereka. Pembangunan jalan tani dapat menjadi motor penggerak ekonomi dan sosial desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial