Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Advertorial

Harapan Masyarakat di Pedalaman Lumbis, Memiliki Akses Jalan Darat Untuk Perbaikan Ekonomi

badge-check


					Reses Anggota DPRD Nunukan, Donal di Kelompok Ubol, Lumbis Ogong. Masyarakat berharap jalan darat untuk perbaikan ekonomi. Dok.Donal. Perbesar

Reses Anggota DPRD Nunukan, Donal di Kelompok Ubol, Lumbis Ogong. Masyarakat berharap jalan darat untuk perbaikan ekonomi. Dok.Donal.

NUNUKAN, infoSTI –Masyarakat di pedalaman Lumbis, Nunukan, Kalimantan Utara, memiliki harapan agar Pemerintah membangunkan jalan darat agar masyarakat bisa mudah membuka kebun dan mendapat hasil kebun.

Selama ini, daerah pelosok Lumbis, memang hanya ditempuh melalui lajur sungai, dengan tantangan jiram yang mengancam keselamatan nyawa.

Biaya yang mereka keluarkan untuk BBM juga tidak sedikit, sehingga dibutuhkan akses darat yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‘’Jadi masyarakat di Lumbis itu hanya mencari Gaharu kerjanya. Kampung sepi kalau siang karena semua pergi ke hutan. Seandainya ada jalan darat, mereka bisa membuka kebun sayur, kebun buah atau kebun lain dan memiliki penghasilan pasti,’’ ujar Anggota DPRD Nunukan, Donal, menjabarkan hasil resesnya di Kelompok Ubol, Kecamatan Lumbis Ogong, Minggu (9/11/2025).

Donal menuturkan, masyarakat pedalaman Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, menjadi masyarakat terisolir karena satu satunya akses hanya lewat sungai.

Mereka menempuh waktu berjam jam untuk berbelanja, bertaruh nyawa dengan arus sungai ketika banjir demi membawa warga sakit ke fasilitas kesehatan.

‘’Semua butuh biaya tidak murah dan akses yang tak mudah. Sudah sangat banyak nyawa yang hilang akibat jiram. Masyarakat butuh akses darat,’’ tegas Donal.

Sejauh ini, ada akses darat dari Mansalong ke Desa Payang dengan panjang sekitar 10 km.

Jika jalan tersebut kembali dibuka hingga wilayah Lumbis Ogong, bahkan Labang, kata Donal, masyarakat tentu memiliki peluang ekonomi lebih luas dengan membuka perkebunan.

‘’Jadi mereka bisa fokus berkebun. Entah itu kebun sayur, kebun buah, sawit, ubi kayu, jagung dan lainnya. Kalau hanya mncari Gaharu, itu masalah rejeki, ada yang bahkan berbulan bulan tak dapat. Kalau ada penghasilan jelas, mereka akan lebih fokus di kebun,’’ kata Donal lagi.

Meski daerah Lumbis banyak yang belum mendapat hak dasar seperti listrik PLN, saluran air bersih, namun mereka paling vocal terkait jalan darat.

‘’Permintaan akses jalan darat menjadi permintaan mayoritas masyarakat di Lumbis, apalagi ada PLBN dibangun di Lumbis. Kita mohon Pemda memperhatikan masalah ini,’’ harap Donal.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial