Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

Hadiri Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Polres Nunukan, Irwan Sabri Pastikan Pemda Siap Mendukung Penuh Penanganan Bencana

badge-check


					Bupati Nunukan, Irwan Sabri bersama Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas membahas kesiapan SDM untuk tanggap bancana. Dok.Prokopim. Perbesar

Bupati Nunukan, Irwan Sabri bersama Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas membahas kesiapan SDM untuk tanggap bancana. Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Bupati Nunukan, Irwan Sabri mengikuti Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 di Mapolres Nunukan, Rabu (5/11/2025).

Apel yang dipimpin Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas ini, menjadi langkah antisipasi dan memastikan kesiapan SDM di Nunukan dalam menghadapi bencana yang diakibatkan cuaca ekstrim serta bencana hidrometeorologi lainnya.

Berdasarkan data BMKG, saat ini 43,8% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dimana puncaknya diperkirakan akan terjadi secara bertahap dari bulan November 2025 hingga Januari 2026.

Meningkatnya curah hujan tersebut berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi.

Khususnya pada beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera bagian selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

BMKG juga mendeteksi bahwa bulan November 2025 akan mulai terjadi fenomena La Nina, yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026.

“Dalam menghadapi tantangan tersebut, kecepatan dan ketepatan respons menjadi salah satu faktor utama keberhasilan penanganan bencana,” ujar Boni membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Oleh karena itu, diperlukan kesiapan yang optimal dari seluruh elemen bangsa, baik dari TNI-Polri, pemerintah pusat hingga daerah, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, Kementerian/Lembaga dan stakeholder terkait, beserta seluruh masyarakat guna menjamin terlaksananya quick response terhadap setiap situasi bencana.

Terdapat beberapa hal yang wajib dipedomani dan dilaksanakan, dalam kaitan penanganan bencana.

  1. Lakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan BMKG serta berbagai pihak terkait lainnya di wilayah masing-masing;
  2. Berikan informasi dan imbauan kamtibmas terkait potensi ancaman bencana;
  3. Pastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, termasuk peralatan evakuasi, kendaraan operasional, serta ketersediaan bantuan logistik pendukung, sehingga dapat segera digerakkan kapan pun dibutuhkan;
  4. Simulasikan kegiatan tanggap darurat bencana secara rutin sebagai sarana edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan;
  5. Kedepankan kecepatan dan ketepatan respons dalam tanggap darurat bencana, mulai dari evakuasi, penyaluran bantuan, pemberian trauma healing, hingga percepatan pemulihan dan rehabilitasi infrastruktur maupun kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang terdampak, melalui kerja sama lintas sektoral;
  6. Laksanakan tugas kemanusiaan dengan penuh empati, humanis, dan profesional, sehingga tidak hanya menghadirkan rasa aman, tetapi juga kenyamanan bagi masyarakat;
  7. Pastikan seluruh kegiatan penanggulangan bencana dilaksanakan sesuai prosedur, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadinya bencana dengan terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan resiliensi bencana; guna meningkatkan.
  8. Tingkatkan koordinasi dan sinergisitas dengan seluruh stakeholder terkait, baik TNI, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, pemerintah daerah, relawan dan masyarakat, serta berbagai pihak lainnya guna memastikan pelaksanaan penanggulangan bencana berjalan terpadu dan tepat sasaran.

Bupati Nunukan, Irwan Sabri menegaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah memiliki alat-alat kelengkapan yang cukup dan memadai untuk penanggulangan bencana.

Tentunya sarana prasarana akan terus dikembangkan dan ditambah sesuai kebutuhan, agar Pemda lebih siap dan cepat tanggap dalam penanganan dini.

‘’Kita selalu melakukan mitigasi awal untuk menghadapi bencana. Kabupaten Nunukan Insyaalloh sudah berpengalaman dalam penanganan bencana, dengan seringnya banjir di wilayah pelosok pedalaman,’’ kata Irwan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial