Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

Masyarakat Pesisir di Belakang TMP Nunukan Ingin Perbaikan Jembatan Pemukiman dan Rehab Rumah

badge-check


					Anggota DPRD Nunukan dari Partai Golkar, Syafrudin Arta. Perbesar

Anggota DPRD Nunukan dari Partai Golkar, Syafrudin Arta.

NUNUKAN, infoSTI – Masyarakat pesisir yang mendiami kawasan laut di belakang Taman Makam Pahlawan (TMP) Jaya Sakti, Nunukan Barat, meminta perbaikan jembatan pemukiman dan rehabilitasi rumah rumah penduduk yang lapuk.

Permohonan tersebut, disuarakan dalam agenda reses yang dilakukan Anggota DPRD Nunukan dari Partai Golkar, Syafrudin.

‘’Memang jembatan di areal pemukiman warga pesisir sudah banyak yang rusak. Papan bolong bolong dan itu yang diminta ke kami agar segera diperbaiki,’’ ujar Syafrudin, Kamis (6/11/2025).

Jembatan pemukiman yang menjadi akses para warga pesisir, memang menjadi salah satu permintaan wajib yang diteriakkan masyarakat di setiap agenda reses.

Syafrudin menjelaskan, perbaikan jembatan akan dilakukan bertahap, dan butuh alokasi anggaran tambahan diluar dana penjaringan aspirasi.

‘’Namanya pemukiman pesisir, jembatannya tidak hanya seratus meter. Itu cukup panjang dan mengelilingi kawasan perumahan padat penduduk. Saya sudah menyampaikan masalah ini juga ke pihak pemerintah agar nanti kolaborasi untuk perbaikan jembatannya,’’ kata dia.

Selain jembatan, masyarakat juga meminta ada perhatian lebih bagi rumah rumah warga yang mulai lapuk akibat termakan usia.

Beberapa rumah, dikatakan sudah jebol di bagian dinding, atap seng bocor dan beberapa rumah butuh anggaran untuk pembangunan.

‘’Saya katakan sarat rehab rumah, minimal ada surat kepemilikan, ada fisiknya. Kita akan konekkan dengan Program Pemda satu rumah Rp 25 juta,’’ imbuhnya.

Syafrudin mengatakan, agenda reses kali ini adalah untuk program pembangunan yang bersumber dari APBD 2026.

Ia mengakui, baru melakukan penjaringan untuk pembangunan fisik tahun ini. Sebelumnya, ia mengalokasikan dana reses miliknya untuk rumah rumah ibadah.

Salah satunya, memberikan bantuan Rp 750 juta untuk pembangunan Masjid Al Izzah, yang berada di Jalan Cut Nyak Dien, tak jauh dari lokalisasi.

‘’Apa yang menjadi aspirasi masyarakat kita perjuangkan, karena itu memang kewajiban kita sebagai wakil mereka. Tugas DPRD adalah mengawal pembangunan yang memberi manfaat bagi masyarakat banyak,’’ katanya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial