Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Advertorial

Banyak Ular Kobra Masuk Sekolah, DPRD Minta SMPN 2 Nunukan Dibuatkan Pagar

badge-check


					Gedung SMPN 2 Nunukan. Lokasinya yang berada tak jauh dari hutan dan semak belukar, sering dikunjungi ular kobra. Perbesar

Gedung SMPN 2 Nunukan. Lokasinya yang berada tak jauh dari hutan dan semak belukar, sering dikunjungi ular kobra.

NUNUKAN, infoSTI – Guru guru SMPN 2 Nunukan, di Sei Fatimah, mengeluhkan banyaknya ular kobra yang masuk ke lingkungan sekolah.

Penjaga sekolah maupun guru yang tak sengaja menjumpai keberadaan ular berbisa tersebut, terpaksa membunuhnya agar tak membahayakan para pelajar.

‘’Sering kejadian ular hitam (kobra) masuk ke lingkungan sekolah. Itu membahayakan anak anak kita maupun guru. Kita berharap ini menjadi perhatian Pemerintah,’’ ujar Anggota DPRD Nunukan, Mansur Rincing, Rabu (5/11/2025).

Kondisi ini menjadi kekhawatiran tersendiri, terlebih di belakang sekolah merupakan daerah semak belukar dan hutan, yang konon terdapat sarang ular kobra.

‘’Dari laporan yang saya terima, ada sarangnya di areal hutan belakang sekolah. Itu kenapa banyak ular di sekitar SMPN 2 Nunukan,’’ imbuhnya.

Ular kobra, merupakan ular dengan bisa sangat mematikan. Gigitan kobra bisa membunuh dalam hitungan menit, sehingga dibutuhkan kewaspadaan ekstra dan keahlian khusus untuk menangkapnya.

Ancaman tersebut, butuh respon cepat, karena ada sekitar 600 pelajar yang bersekolah disana.

‘’Kita usulkan ada pemagaran keliling sekolah. Ini masalah nyawa, jadi tidak bisa dianggap tidak prioritas,’’ kata dia.

Meski secara kasat mata, kondisi gedung sekolah sudah sangat layak, namun lapangan upacara masih tanah liat, sehingga sering becek saat digunakan upacara bendera.

Sekolah juga belum menerima saluran air bersih PDAM, meski tak jauh dari sekolah, ada sebuah bendungan yang seharusnya bisa diolah PDAM dan dialirkan ke sekolah dimaksud.

‘’Dan saya juga menerima keluhan bus sekolah sering dipakai salah satu OPD. Anak anak bingung bagaimana ke sekolah, mereka sering terlambat,’’ imbuhnya.

Mansur mempertanyakan urgensi OPD yang sering menggunakan bus sekolah tanpa memikirkan kebutuhan transportasi anak anak SMPN 2 Nunukan.

‘’Coba ini diperhatikan, OPD bisa mencari alternative lain sementara anak sekolah hanya berharap bisa naik bus untuk berangkat sekolah. Bus sekolah cuma satu, kondisinya juga sudah butuh banyak perbaikan. Bantulah perbaiki, jangan hanya menggunakan dan mengorbankan jam belajar anak anak sekolah,’’ protes Mansur.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial