Menu

Mode Gelap
Orang Kota Ribut Kenaikan Harga Barang, Kami di Perbatasan RI – Malaysia Memilih Diam Menelan Kekecewaan Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen Hadiri RPJMD dan Deklarasi Kolaborasi CSR di Jakarta, Hermanus : Harapan Percepatan Pembangunan di Kaltara SPPG Baru di Nunukan Selatan Dibuka, Masyarakat Boleh Kritik, Tapi Bukan Lewat Medsos Api Berkobar Selama 3 Jam di Perkebunan Warga di Mansapa, Nunukan Selatan, Lebih 2 hektar Lahan Hangus Terbakar Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta, Dorong Penguatan Karakter Pendidikan di Nunukan

Advertorial

Makna Bakar Ikan di Perayaan HUT 29 Desa Tanjung Karang, Menghidupkan Budaya Gotong Royong di Perbatasan RI – Malaysia

badge-check


					Desa Tanjung Karang, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, merayakan HUT 29 dengan cara bakar bakar ikan di Pantai Batu Lamampu, Minggu (2/11/2025). Dok.Prokopim. Perbesar

Desa Tanjung Karang, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, merayakan HUT 29 dengan cara bakar bakar ikan di Pantai Batu Lamampu, Minggu (2/11/2025). Dok.Prokopim.

NUNUKAN, infoSTI – Desa Tanjung Karang, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, merayakan HUT 29 dengan cara bakar bakar ikan di Pantai Batu Lamampu, Minggu (2/11/2025).

Pada acara yang dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Abdul Munir,.ST.,M.AP ini, Kepala Desa Tanjung Karang, Faisal, menyiapkan 150 Kg ikan dari tangkapan nelayan, yang disebarkan pada sejumlah titik pembakaran jamuan di pesisir pantai.

‘’Bakar bakar ikan ini menjadi momen untuk mempererat tali persaudaraan antara  masyarakat Sebatik, khususnya Desa Tanjung Karang,’’ ujar Faisal.

Pantai Batu Lamampu, cukup dikenal karena adanya batu besar di tengah laut yang dianggap keramat oleh sebagian masyarakat setempat.

Menurut kepercayaan, batu ini memiliki kekuatan magis yang dapat mengabulkan permintaan jika seseorang melepaskan ikatan dari batu tersebut dan mengadakan syukuran setelahnya.

Terlepas dari asal usul Batu Lamampu, bakar bakar ikan sepanjang pantai memiliki tujuan agar masyarakat bahu membahu, bergotong royong dan sama sama menikmati hasil dari manisnya kebersamaan.

‘’Itu kenapa kita rayakan HUT 29 Desa Tanjung Karang dengan HUT 26 Kabupaten Nunukan. Sinergytas dan kebersamaan yang mau kita tonjolkan. Kita berupaya menghidupkan tradisi gotong royong di tengah masyarakat,’’ kata Faisal lagi.

Mewakili Bupati Nunukan, Irwan Sabri, Abdul Munir, mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-29 Desa Tanjung Karang.

‘’Semoga dengan bertambahnya usia, desa ini semakin maju dan sejahtera dalam berbagai aspek. Dan tentunya harus selalu bersinergi dengan pemerintah daerah,’’ katanya.

Abdul Munir juga mengajak masyarakat Desa Tanjung Karang untuk saling menjaga kerukunan dan kekompakan.

‘’Apapun kegiatan kalau kita laksanakan dengan gotong royong, yang sulit akan menjadi mudah, yang berat akan menjadi ringan,’’imbuhnya.

Hadir acara tersebut, Para Camat Se- Pulau Sebatik, Forkopimcam, Ketua TP2D kabupaten Nunukan, UPTD Dinas pendidikan Kalimantan Utara,Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial