Menu

Mode Gelap
Orang Kota Ribut Kenaikan Harga Barang, Kami di Perbatasan RI – Malaysia Memilih Diam Menelan Kekecewaan Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen Hadiri RPJMD dan Deklarasi Kolaborasi CSR di Jakarta, Hermanus : Harapan Percepatan Pembangunan di Kaltara SPPG Baru di Nunukan Selatan Dibuka, Masyarakat Boleh Kritik, Tapi Bukan Lewat Medsos Api Berkobar Selama 3 Jam di Perkebunan Warga di Mansapa, Nunukan Selatan, Lebih 2 hektar Lahan Hangus Terbakar Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta, Dorong Penguatan Karakter Pendidikan di Nunukan

Advertorial

Pemkab Nunukan Memberi Bantuan 8 Unit Perahu Ketinting Untuk Transportasi Anak Sekolah di Pedalaman Lumbis

badge-check


					Pemkab Nunukan Memberi Bantuan 8 Unit Perahu Ketinting Untuk Transportasi Anak Sekolah di Pedalaman Lumbis Perbesar

NUNUKAN, infoSTI – Pemkab Nunukan, Kalimantan Utara, menyerahkan 8 unit perahu ketinting kepada kelompok masyarakat di Desa Ubol Alun, Desa Salan dan Desa Sungoi, di pedalaman Lumbis, Senin (27/10/2025).

Bantuan perahu, diterima masyarakat di Dermaga Daapiton, Mansalong, oleh Wakil Bupati Nunukan, Hermanus.

Ia mengatakan, bantuan perahu ketinting, diberikan untuk transportasi anak sekolah di wilayah dengan alat transportasi sungai ini.

“Saya berharap agar desa penerima bantuan ini bisa merawat dan menjaga perahu demi masa depan penerus,” ujar Hermanus.

Ia mengatakan, kekuatan dan kualitas kayu yang ada saat ini, tidak sama dengan kayu jaman dulu.

Dahulu, tuturnya, diameter kayu bisa sampai 2 meter dan memiliki serat yang sangat kuat dan tahan.

“Saat ini, kita mau ambil kayu dari mana dengan kualitas yang seperti itu. Kita sama-sama paham saja kondisi kayu saat ini. Untuk itu, jaga dan rawat dengan baik perahunya,” pesannya.

Bantuan perahu yang diberikan, merupakan paket bantuan lengkap, dengan dayung, mesin dan pelampung sebagai alat safety.

“Tolong bagi para motoris yang menjalankan perahu, jangan sampai lupa, selalu pakaikan pelampung pada anak-anak sekolah yang menggunakan perahu saat menyebrang menuju sekolah maupun saat pulang sekolah,” imbuhnya.

Plt. Camat Lumbis Ogong, Musa, mengatakan, Desa Ubol Alun, Desa Salan dan Desa Sungoi, berada cukup jauh dari lokasi sekolah. Baik itu SD, SMP, maupun SMK.

Mereka harus berangkat lebih pagi menuju sekolah dengan perahu ketinting.

Dan anak anak, terpaksa tak bersekolah ketika sungai sedang banjir.

Untuk diketahui, wilayah pedalaman Lumbis hanya bisa dijangkau dengan transportasi sungai, dengan biaya tak murah.

Dari Kota Kabupaten Nunukan, lokasi Kecamatan Lumbis ditempuh kurang lebih 4 sampai 5 jam.

Untuk menuju wilayah Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu, kita harus menaiki perahu dengan waktu tempuh yang tak sebentar, tergantung pasang surut sungai.

Paling cepat ditempuh dengan waktu sekitar 6 jam, dengan biaya yang dihabiskan untuk mencapai pedalaman, mencapai 8 hingga belasan juta rupiah.

“Selain untuk transportasi anak sekolah, perahu ini juga bisa dimanfaatkan untuk transportasi lain seperti mengantar orang sakit ke Puskesmas Binter atau ke Mansalong,” katanya.

“Terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Nunukan yang telah memberikan bantuan kepada warganya, terutama kepada anak-anak sekolah yang setiap hari bersekolah pagi dan siang,” imbuhnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial