Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Advertorial

Kisah Alimuddin, Merantau ke Malaysia Puluhan Tahun Tanpa Kabar, Dikira Meninggal dan Kembali Pulang di Usia 93 Tahun

badge-check


					Alimuddin (93) warga Pinrang, Sulsel (tengah berambut putih) saat dipertemukan dengan keluarganya. Dok.DSP3A Nunukan. Perbesar

Alimuddin (93) warga Pinrang, Sulsel (tengah berambut putih) saat dipertemukan dengan keluarganya. Dok.DSP3A Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Kalimantan Utara, mengurus seorang Lansia yang dilaporkan warga sebagai orang terlantar.

Lansia bernama Alimuddin (93), warga Pinrang, Sulawesi Selatan tersebut, sakit sakitan dan tak ada sanak saudara di Nunukan.

“Kita bantu bawa beliau berobat. Kebetulan beliau terdaftar di BPJS Kesehatan, sehingga intervensi klien PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) tuntas,” ujar Kabid Rehsos DSP3A Nunukan, Parmedy, Minggu (19/10/2025).

Tak lama kemudian, Peksos (Pekerja Sosial), mendengar keinginan Alimuddin untuk pulang kampung.

Namun dengan kondisi Alimuddin yang pikun, Peksos ragu ragu dan lebih dulu meminta izin untuk melakukan tracking keluarga Alimuddin.

“Bapak Alimuddin dengan tegas meminta dipulangkan saja ke Pinrang. Ia mengatakan ‘Pulangkan saja saya ke Pinrang. Saya masih ingat dimana tempat keluarga saya’, tutur Parmedy menirukan permintaan Alimuddin.

Melihat keyakinan Lansia tersebut, Peksos kemudian mengurus kepulangannya menggunakan kapal laut PT Pelni.

Ia dibawa pulang pada Kamis (16/10/2025), dan tiba di Pelabuhan Pare Pare pada Sabtu (18/10/2025).

Tim Pendamping Dinas Sosial Nunukan, memulai melakukan pencarian keluarga.

“Dan benar saja, meski pikun, Bapak Alimuddin tak pernah lupa dimana keluarganya. Kita pertemukan beliau dengan keluarganya,” imbuhnya.

Suara tangisan langsung pecah di kediaman keluarga Alimuddin.
Pasalnya, sudah puluhan tahun ia merantau ke Malaysia, tidak pernah sekalipun keluarga mendengar kabar dan keberadaannya.

“Keluarga mengira Bapak Alimuddin sudah tiada. Itulah saling peluk diiringi teriakan tangis kebahagiaan bercampur kerinduan cukup keras terdengar,” lanjut Parmedy.

Parmedy mengatakan, realita kehidupan yang tersaji menjadi sebuah motivasi Dinas Sosial Kabupaten Nunukan terus berbuat dan melakukan pelayanan PPKS hingga tuntas.

“Tetaplah berbuat baik meskipun sebagian orang menganggap kita bukan orang baik. Salam kemanusiaan,” tutup Parmedy.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial