Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Kaltara

Tinggal Sendirian, Lansia di Nunukan Ditemukan Membusuk, Diperkirakan Sudah Meninggal Tiga Hari

badge-check


					Jasad Lansia Andi Ismail Amal (75) yang ditemukan telah membusuk di rumahnya, di Jalan Patimura (TVRI) Nunukan Timur, Sabtu (27/9/2025). Dok.Polres Nunukan. Perbesar

Jasad Lansia Andi Ismail Amal (75) yang ditemukan telah membusuk di rumahnya, di Jalan Patimura (TVRI) Nunukan Timur, Sabtu (27/9/2025). Dok.Polres Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Seorang Lansia (Lanjut Usia), bernama Andi Ismail Amal (75), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan telah membusuk, Sabtu (27/9/2025).

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan mengatakan, Lansia tersebut, tinggal sendirian di rumah dua lantai, di Jalan Patimura (TVRI) RT 01 Nunukan Timur, Nunukan, Kalimantan Utara.

“Beliau ditemukan pertama kali oleh salah satu anaknya yang kebetulan datang berkunjung sekitar pukul 11.45 wita tadi,” ujarnya, melalui pesan tertulis.

Dari keterangan anak korban, Andi Kurniawan Adil (41), beberapa kali dirinya mengetuk pintu, tidak ada jawaban.

Hal tersebut membuatnya curiga, karena ayahnya selama ini tidak pernah kemana mana, hanya diam di rumah.

Kecurigaan anak korban menguat ketika ia samar samar mencium bau tak sedap dan cukup menyengat dari sela pintu.

“Anak korban memanjat ke lantai dua, lalu masuk ke dalam rumah. Dia turun ke kamar korban di lantai bawah. Ternyata ayahnya sudah meninggal dan kondisinya bengkak dan bau,” tutur Sunarwan.

Korban kemudian menghubungi sejumlah saudara lain, mengabarkan kematian ayahnya.

Dengan kondisi jasad bengkak dan membusuk, niat keluarga memandikan jenazah tak mungkin dilakukan.

Mereka akhirnya membawa jasad tersebut ke rumah sakit, untuk dibersihkan dan dimandikan, sebelum dimakamkan.

“Perkiraan korban sudah meninggal dunia sekitar tiga hari. Keluarga korban menyatakan, kematian almarhum adalah kematian wajar, karena korban menderita penyakit jantung,” kata Sunarwan lagi.

“Keluarga korban juga membuat surat penolakan visum atau otopsi jenazah,” kata Sunarwan.

Jenazah Almarhum Andi Ismail Amal, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Selisun, (Depan Kantor Gadis 2), Nunukan Selatan.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara