Menu ✖

Mode Gelap
Sebanyak 15 Legislator PKS se-Kaltara Ikuti Bimteknas, Pertajam Kepekaan Demi Pelayanan Optimal Kepada Rakyat  Angka Kemiskinan Kabupaten Nunukan Turun 0,04 Persen di Tahun 2026 Seluas Tiga Hektar Lahan Sawit di Desa Butas Bagu Pedalaman Nunukan Terbakar di Tengah Malam Nyaris Hangus Terbakar, Kebakaran Gedung LVRI Nunukan Berhasil Dipadamkan   Siapkan Atlet Unggulan, PBFI Nunukan Yakin Mendulang Emas di Porprov Kaltara 2026 Sawah Seluas 3 Hektar Milik Warga Pedalaman Lumbis Terbakar, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar

Kaltara

Kapal Diterjang Ombak Saat Memukat Rumput Laut, Dua Orang Nelayan Pulau Sebatik Berhasil Selamat, Satu Orang Hilang

badge-check


					Masyarakat nelayan Sebatik melakukan pencarian terhadap Firmansyah, pemukat rumput laut yang hilang pasca kapalnya karam dihantam ombak, Rabu (13/8/2025) dini hari. Dok.Penerangan LANAL Nunukan. Perbesar

Masyarakat nelayan Sebatik melakukan pencarian terhadap Firmansyah, pemukat rumput laut yang hilang pasca kapalnya karam dihantam ombak, Rabu (13/8/2025) dini hari. Dok.Penerangan LANAL Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Seorang nelayan dilaporkan hilang saat memukat rumput laut,  di Perairan Tanjung Haus, Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (17/8/2025) dini hari.

Danlanal Nunukan, Letkol Laut (P) Primayantha Maulana Malik, mengatakan, nelayan yang hilang bernama Firmansyah (46), warga Jalan Bhayangkara, RT 06, Desa Tanjung Harapan, Sebatik Timur.

“Kapal yang dinaiki korban dihantam ombak sampai karam,” ujar Primayantha, saat dihubungi.

Korban melaut menggunakan kapal jongkong bermesin tunggal 15 PK, bersama dua nelayan lain, masing masing, Sahril (34) dan Agus (28).

Keduanya tercatat sebagai warga Jalan Bhayangkara, Desa Tanjung Harapan, Sebatik Timur.

Kejadian tersebut, diketahui nelayan bernama Junaidi bersama nelayan lain yang juga memukat rumput laut di sekitaran pondasi perairan Tanjung Haus.

“Sekitar pukul 05.00 wita, Junaidi mendengar teriakan minta tolong. Ia bersama rekannya mencari sumber suara dan menemukan korban tenggelam bernama Agus,” tutur Primayantha.

“Korban lain, Sahril, ditemukan sekitar pukul 07.00 wita oleh pemukat rumput laut bernama Wawan,” imbuhnya.

Dari keterangan korban selamat, mereka bertiga berangkat melaut pada Selasa (12/8/2025) sekitar pukul 09.00 wita.

Mereka berangkat dari Desa Balansiku menuju Perairan Tanjung Haus untuk memukat rumput laut.

Sekitar pukul 01.30 wita pada Rabu (13/8/2025), perahu dengan muatan sekitar 1 ton rumput laut hasil memukat, dihantam gelombang besar yang mengakibatkan perahu karam.

“Ketiga korban terbawa arus dan terpisah satu sama lain. Korban Sahril sempat berpegangan pada pinggiran perahu yang karam, sementara kedua rekannya terseret arus ke arah berbeda,” tuturnya lagi.

Hingga pukul 11.37 wita, perahu jongkong yang karam ditemukan oleh warga bernama Roy yang turut membantu pencarian.

Sementara itu, korban Firmansyah hingga saat ini belum ditemukan.

“Pencarian akan dilanjutkan esok hari,” kata Primayantha.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara