Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Kaltara

Kapal Diterjang Ombak Saat Memukat Rumput Laut, Dua Orang Nelayan Pulau Sebatik Berhasil Selamat, Satu Orang Hilang

badge-check


					Masyarakat nelayan Sebatik melakukan pencarian terhadap Firmansyah, pemukat rumput laut yang hilang pasca kapalnya karam dihantam ombak, Rabu (13/8/2025) dini hari. Dok.Penerangan LANAL Nunukan. Perbesar

Masyarakat nelayan Sebatik melakukan pencarian terhadap Firmansyah, pemukat rumput laut yang hilang pasca kapalnya karam dihantam ombak, Rabu (13/8/2025) dini hari. Dok.Penerangan LANAL Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Seorang nelayan dilaporkan hilang saat memukat rumput laut,  di Perairan Tanjung Haus, Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (17/8/2025) dini hari.

Danlanal Nunukan, Letkol Laut (P) Primayantha Maulana Malik, mengatakan, nelayan yang hilang bernama Firmansyah (46), warga Jalan Bhayangkara, RT 06, Desa Tanjung Harapan, Sebatik Timur.

“Kapal yang dinaiki korban dihantam ombak sampai karam,” ujar Primayantha, saat dihubungi.

Korban melaut menggunakan kapal jongkong bermesin tunggal 15 PK, bersama dua nelayan lain, masing masing, Sahril (34) dan Agus (28).

Keduanya tercatat sebagai warga Jalan Bhayangkara, Desa Tanjung Harapan, Sebatik Timur.

Kejadian tersebut, diketahui nelayan bernama Junaidi bersama nelayan lain yang juga memukat rumput laut di sekitaran pondasi perairan Tanjung Haus.

“Sekitar pukul 05.00 wita, Junaidi mendengar teriakan minta tolong. Ia bersama rekannya mencari sumber suara dan menemukan korban tenggelam bernama Agus,” tutur Primayantha.

“Korban lain, Sahril, ditemukan sekitar pukul 07.00 wita oleh pemukat rumput laut bernama Wawan,” imbuhnya.

Dari keterangan korban selamat, mereka bertiga berangkat melaut pada Selasa (12/8/2025) sekitar pukul 09.00 wita.

Mereka berangkat dari Desa Balansiku menuju Perairan Tanjung Haus untuk memukat rumput laut.

Sekitar pukul 01.30 wita pada Rabu (13/8/2025), perahu dengan muatan sekitar 1 ton rumput laut hasil memukat, dihantam gelombang besar yang mengakibatkan perahu karam.

“Ketiga korban terbawa arus dan terpisah satu sama lain. Korban Sahril sempat berpegangan pada pinggiran perahu yang karam, sementara kedua rekannya terseret arus ke arah berbeda,” tuturnya lagi.

Hingga pukul 11.37 wita, perahu jongkong yang karam ditemukan oleh warga bernama Roy yang turut membantu pencarian.

Sementara itu, korban Firmansyah hingga saat ini belum ditemukan.

“Pencarian akan dilanjutkan esok hari,” kata Primayantha.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara