Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Hukrim

Seorang Waria Pekerja Salon di Nunukan Lakukan Asusila, Korbannya Bocah Laki Laki 12 Tahun

badge-check


					Waria MT (49), penyedia jasa rias pengantin dan dekorasi di Nunukan yang diamankan Polisi karena memaksa anak 12 tahun melayani birahinya, Perbesar

Waria MT (49), penyedia jasa rias pengantin dan dekorasi di Nunukan yang diamankan Polisi karena memaksa anak 12 tahun melayani birahinya,

NUNUKAN, infoSTI – Satreskrim Polres Nunukan, Kalimantan Utara, mengamankan waria perias pengantin dengan nama asli MT (49).

MT dilaporkan melakukan asusila kepada anak laki laki berusia 12 tahun, dengan paksaan dan ancaman.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Zainal Yusuf mengungkapkan, peristiwa cabul tersebut, terjadi Minggu (22/6/2025) sekitar pukul 20.30 wita, di rumah MT.

‘’Pelaku memanggil salah satu anak yang bermain di depan rumahnya untuk masuk rumah dan membantunya mengangkat piring. Tapi yang terjadi si anak dipaksa melakukan sesuatu tak wajar,’’ ujarnya, dikonfirmasi Sabtu (28/6/2025).

Begitu masuk ke rumah pelaku, tangan korban ditarik masuk kamar, dan dipaksa membuka celananya.

Korban sempat berontak dan menolak, namun pelaku mengancam akan memukulnya jika tidak mau membuka celana.

‘’Pelaku kemudian memainkan kelamin korban, dan kembali memaksa korban melakukan perbuatan tidak senonoh dalam artian seks yang menyimpang,’’ urainya.

Setelah berhasil menuntaskan birahinya dengan cara waria, MT kemudian membiarkan korban pergi.

Korbanpun akhirnya menceritakan peristiwa tersebut kepada orang tuanya.

‘’Laporan tersebut sampai ke polisi dan kami mengamankan pelaku di salon tempatnya bekerja,’’ imbuhnya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sepasang baju milik korban dan sepasang pakaian pelaku yang dikenakan saat kejadian.

MT, disangkakan pasal 82 Ayat (1) UURI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang Jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Facebook Comments Box

Trending di Hukrim