Menu

Mode Gelap
Lantik Tiga Pejabat, Bupati Nunukan Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN Sekelompok Mahasiswa Nunukan Gelar Aksi Damai di Kejari Nunukan, Tuntut Transparansi Penyidikan Tiga Kasus Dugaan Korupsi Curi Sound Sistem Masjid, Seorang Nelayan di Pulau Sebatik Ditembak Polisi Saat Mencoba Kabur Gandeng Kemendagri, Pemkab Nunukan Sosialisasikan Kepmendagri Terkait Indikator Kinerja Pengelolaan BMD Embung Lapri Lama Tak Beroperasi, DPRD Nunukan Minta PDAM Berikan Kompensasi ke Masyarakat Tabrak Pohon Tumbang di Tengah Jalan, Seorang Pedagang Sayur di Nunukan Tewas di Tempat

Kaltara

Kabel Inverter Korslet, Sebabkan Rumah Seorang Warga di Krayan Ludes Terbakar

badge-check


					Kebakaran rumah salah satu warga Desa Binuang, Krayan. Api diduga berasal dari kabel inverter yang digunakan mengisi daya Hp. Perbesar

Kebakaran rumah salah satu warga Desa Binuang, Krayan. Api diduga berasal dari kabel inverter yang digunakan mengisi daya Hp.

NUNUKAN, infoSTI – Rumah Albert Kam (45) warga Desa Binuang, Krayan Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara, ludes terbakar, pada Rabu (17/6/2025) petang.

Camat Krayan Tengah, Marjuni menuturkan, nihilnya pos Pemadam Kebakaran di Krayan, membuat kebakaran tak bisa langsung dipadamkan, sehingga menghanguskan seluruh bagian rumah, dan kendaraan milik korban.

‘’Perkiraan penyebabnya karena korsleting kabel Inverter. Jadi rumah korban pakai PLTS, dan api muncul dari kamar yang infonya ada Hp yang dicarger pakai aki,’’ ujarnya, dihubungi, Kamis (19/6/2025).

Api yang memercik di bagian kamar, diduga merembet ke tempat tidur dan pakaian, sehingga membesar sangat cepat.

Saat kejadian, kata Marjuni, hanya ada istri korban, Auni, yang saat itu berada di dapur sambil mengasuh anaknya.

‘’Auni melihat asap tebal dari dalam rumah. Ia berlari ke kamar dan melihat api membesar. Ia lari keluar meminta tolong warga,’’ tuturnya.

Sayangnya, konstruksi rumah yang semuanya berbahan kayu, membuat nyala api semakin besar dan bahkan merembet ke rumah tetangganya, Berti.

‘’Rumah sebelahnya ikut terbakar sebagian,’’ imbuhnya.

Api yang berkobar sejak pukul 16.20 wita, baru berhasil dipadamkan warga secara manual, pada pukul 17.04 wita.

Marjuni mengatakan, kalkulasi kerugian pada rumah Albert diperkirakan sebesar Rp 700 juta, sementara Berti sekitar Rp 55 juta.

‘’Krayan nihil Pos Damkar karena setiap Musrenbang, usulan skala prioritas menitik beratkan perbaikan jalan dan jembatan. Begitu terjadi kebakaran, kita menyadari Pos Damkar juga penting. Untuk selanjutnya, kita akan coba usulkan pembangunan Pos Damkar,’’ kata Marjuni.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara