Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Kaltara

Ramai Isu Beras Plastik Beredar di Nunukan, Begini Penjelasan Dinas Perdagangan

badge-check


					Gambar yang diunggah warganet Nunukan, disertai warning beredarnya beras plastik, Perbesar

Gambar yang diunggah warganet Nunukan, disertai warning beredarnya beras plastik,

NUNUKAN, infoSTI – Sebuah unggahan warganet di grup medsos di Nunukan, Kalimantan Utara, menuliskan warning/peringatan adanya beras yang tercampur dengan material plastik.

“Diimbau kepada masyarakat Nunukan jika ingin membeli beras tolong di perhatikan, karena saya telah menemukan campuran beras plastik didalam merek beras ini” demikian unggahan yang ditulis akun Andi Tenri Andi Cori.

Unggahan tersebut, menampilkan karung kosong bekas kemasan beras merk Mawar Melati, dan sejumlah material plastik yang diklaim tercampur dalam beras.

Netizen kemudian beramai ramai mempertanyakan dimana beras tersebut dibeli, dan menuntut si pengunggah menyebut langsung nama toko tempat ia membeli beras yang dikatakan beras plastik tersebut.

Merespon issue tersebut, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Nunukan, Sabri mengatakan, sejak unggahan tersebut ramai dibahas netizen, pihaknya sudah melakukan penelusuran dan pengecekan ke distributor.

“Ada sekitar 150 karung beras merk itu (Mawar Melati) yang minggu lalu didatangkan dari Sulawesi dan semua sudah terdistribusi/terjual ke masyarakat,” ujarnya, dihubungi, Senin (16/6/2025).

Dari penelusuran, kata Sabri, tidak ditemukan adanya beras palsu atau beras plastik seperti yang ramai dibahas.

Ia juga mengatakan, merek beras Mawar Melati, memang cukup diminati masyarakat, sehingga ia maklum jika unggahan tersebut menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat.

“Yang jadi catatan kami, merek itu belum dipatenkan, sehingga masih bebas digunakan siapa saja,” imbuhnya.

Selain itu, material plastik dalam beras yang diunggah juga berbentuk kotak kotak, tidak menyerupai beras.

“Biasanya kalau beras plastik direndam air mengapung, jadi masyarakat akan tahu bedanya. Kalau yang diunggah itu bentuknya kotak tidak seperti beras,” kata dia.

Kendati demikian, DKUKMPP Nunukan, terus melakukan pengawasan ketat untuk distribusi beras di Nunukan.

“Pengawasan jalan terus. Saya pribadi juga mengkonsumsi beras merk itu (Mawar Melati), tapi saya tidak temukan tercampur dengan plastik,” kata Sabri.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara