Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Hukrim

Pencuri Satroni Kampung Rumput Laut Nunukan, 4 Mesin Perahu Nelayan Hilang

badge-check


					Jembatan baru Kp Rumput Laut Mamolok. Di lokasi ini 4 mesin perahu nelayan diambil pencuri. Perbesar

Jembatan baru Kp Rumput Laut Mamolok. Di lokasi ini 4 mesin perahu nelayan diambil pencuri.

NUNUKAN, infoSTI – Masyarakat Kampung Rumput Laut, di Mamolok, Nunukan, Kalimantan Utara dihebohkan dengan hilangnya 4 mesin gantung 15 Pk dari 4 perahu nelayan, Senin (2/6/2025).

Kehebohan di pagi hari tersebut, diunggah ramai ramai di media social oleh warga setempat, dan menjadi pembahasan cukup riuh.

‘’Jadi di jembatan baru di RT 10 dan RT 12, Kampung Mamolok, puluhan perahu nelayan bersandar. Saat mau melaut pagi pagi, empat pemilik perahu baru sadar kalau mesin gantungnya hilang,’’ ujar salah satu tokoh masyarakat Mamolok, Kamaruddin, saat dihubungi.

Dari sejumlah keterangan warga, pencurian mesin gantung diduga terjadi dini hari.

Cuaca di Nunukan pada Minggu malam, memang sedang buruk. Angin kencang dan hujan deras bahkan mengakibatkan pemdaman lampu/black out sekitar pukul 20.30 wita – 22.00 wita.

‘’Jadi karena cuaca buruk, mungkin warga cepat tidur. Sehingga waktu ada pencurian, tidak ada yang tahu,’’ tutur Kama.

Warga juga menduga pencuri menggunakan perahu, dan sangat mengenal medan/target lokasi.

Analisa awam warga juga menyatakan tidak mungkin pencuri hanya seorang diri.

‘’Jadi ada empat perahu yang mesinnya hilang. Yang tiga perahu, itu mesinnya dobel dan diambil masing masing satu mesin. Perahu lain hanya satu, jadi benar benar tidak bisa melaut kasian,’’ imbuhnya.

Kama juga mengatakan, peristiwa pencurian ini mengakibatkan kerugian lebih Rp 100 juta.

‘’Harga mesin gantung 15 Pk itu satu unitnya sekitar Rp 28 juta. Jadi kalau dihitung kerugiannya sekitar Rp 112 jutaan,’’ kata dia.

Para korban juga sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas untuk segera ditindak lanjuti.

‘’Setiap pembelian mesin itu kan ada nota yang menuliskan nomor mesin. Jadi semoga itu menjadi dasar untuk pelacakan oleh petugas,’’ harapnya.

Kejadian ini, lanjut Kama, menjadi sebuah peringatan bagi warga setempat.

Di areal jembatan baru, sudah disediakan kamar mandi lengkap dengan thorn/profil air, serta pos penjagaan.

Sayangnya, karena jembatan tersebut masih belum lama dibuat, warga belum sempat membuat jadwal ronda.

‘’Memang di satu sisi, ini kesalahan kami semua yang tidak berjaga jaga. Selanjutnya tentu kita akan bahas masalah siskamling. Apalagi ada juga rumput laut kering yang hilang,’’ kata Kama.

Facebook Comments Box

Trending di Hukrim