Menu

Mode Gelap
Cerita Perjuangan Para Peksos di Nunukan, Mengurus ODGJ Terlantar yang Mayoritas Eks TKI, Ikhlas Keluar Uang dan Panen Hujatan Kebakaran Menghanguskan Sekitar 7 Hektar Areal Perkebunan Masyarakat di Pulau Sebatik Monitoring LKPJ 2025, DPRD Nunukan Temukan Bangunan Mushola Dibangun Asal Jadi Ganti Rugi Embung Lapri Tak Kunjung Terbayar, 40 KK Minta SK Penetapan Lahan Dicabut, Bakal Tuntut Pemda Rp 271 Miliar Rencana Pemindahan PKL di Alun Alun Nunukan Ricuh, Para Pedagang Minta Diselesaikan di DPRD Mutasi Berujung Gugatan PTUN, Pemkab Nunukan Bantah Lakukan Demosi

Kaltara

Mayat Laki Laki Berusia 61 Tahun Ditemukan Bersimbah Darah di Jalan Poros Desa Mansalong, Polisi Menduga Korban Tabrak Lari

badge-check


					Police line terpasang di lokasi temuan jenazah Ardiansyah (61), di Jalan Poros Mansalong, Lumbis. Perbesar

Police line terpasang di lokasi temuan jenazah Ardiansyah (61), di Jalan Poros Mansalong, Lumbis.

NUNUKAN, infoSTI – Mayat seorang laki laki ditemukan tergeletak di pinggir jalan, menuju jembatan besi, di Jalan Poros Mansalong, Kecamatan Lumbis, Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (25/4/2025) pagi.

Kapolsek Lumbis, AKP Adrianus Talik mengatakan, jenazah tersebut merupakan warga setempat, bernama Ardiansyah (61).

‘’Jenazah yang ditemukan, adalah warga RT 001, Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis,’’ ujarnya, melalui pesan tertulis.

Adrianus menuturkan, jenazah, pertama kali ditemukan seorang warga bernama Agus Salim (47) warga Jalan Pembangunan, RT 003, Desa Mansalong, saat melintasi jalan tersebut, sekitar pukul 07.00 wita.

Agus juga yang melaporkan keberadaan mayat tersebut ke Polsek Lumbis.

‘’Kami segera ke TKP. Korban tergeletak dan tengkurap diatas jalan semen. Bagian kepala terdapat luka yang menyebabkan darah keluar dan menggenangi tubuh korban,’’ jelas Adrianus.

‘’Saat diangkat ke ambulan, tubuh korban masih hangat, yang bisa diduga ia meninggal belum terlalu lama,’’ imbuhnya.

Polisi kemudian memasang garis polisi di lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Mansalong dengan ambulan untuk visum.

Dari beberapa keterangan yang diperoleh polisi di lapangan, korban memang memiliki rutinitas jalan pagi setiap hari.

Namun sebelum kejadian, istri korban telah melarangnya keluar rumah, karena kebetulan, matahari sudah meninggi, dan sudah banyak kendaraan lalu lalang di jalan raya.

‘’Tidak di temukan dugaan tindak pidana di TKP. Akan tetapi lebih mengarah kedugaan tabrak lari, karena posisi korban berada di pinggir jalan di samping aspal,’’ kata Adrianus lagi.

Polisi masih terus mengumpulkan keterangan di lapangan dan menanyai sejumlah warga terkait masalah tersebut.

‘’Untuk korban sudah dikebumikan di TPU Mansalong,’’ kata Adrianus.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara