Menu

Mode Gelap
Monitoring LKPJ 2025, DPRD Nunukan Temukan Bangunan Mushola Dibangun Asal Jadi Ganti Rugi Embung Lapri Tak Kunjung Terbayar, 40 KK Minta SK Penetapan Lahan Dicabut, Bakal Tuntut Pemda Rp 271 Miliar Rencana Pemindahan PKL di Alun Alun Nunukan Ricuh, Para Pedagang Minta Diselesaikan di DPRD Mutasi Berujung Gugatan PTUN, Pemkab Nunukan Bantah Lakukan Demosi Ketimpangan Pembangunan Infrastruktur Sebatik Disorot, Ramsah Desak Jalan Poros Tengah Masuk Prioritas Anggaran Tahun 2026 Apel gelar Pasukan Operasi Pemberantasan Penyelundupan, KPPBC Nunukan Perkuat Sinergytas Bersama APH Perbatasan RI – Malaysia

Advertorial

Kabupaten Nunukan Butuh ‘Kamus Perbatasan’ Untuk Menentukan Arah Pembangunan

badge-check


					Wakil Bupati Nunukan, Hermanus. Perbesar

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus.

NUNUKAN, infoSTI – Wakil Bupati Nunukan, Hermanus memiliki sebuah konsep pembangunan wilayah perbatasan, yang dirangkumnya menjadi ‘Kamus Perbatasan’.

Dijelaskan Hermanus, ‘Kamus Perbatasan’, merupakan sebuah master plan pembangunan berdasar karakteristik wilayah.

Geografis Nunukan yang unik, memiliki beragam tantangan dengan sejumlah wilayah yang sulit dijangkau.

Sehingga, butuh sebuah ‘’Kompas’’ untuk memastikan arah tujuan pembangunan wilayah perbatasan Negara, dengan memetakan potensi sumberdaya, serta segala macam tantangannya.

“Setiap wilayah di Kabupaten Nunukan, berbeda beda karakteristiknya. Pulau Nunukan, Krayan, Sebatik, dan wilayah Kabudaya, berbeda beda potensi serta geopolitiknya. Sehingga perencanaan pembangunannya juga harus memperhatikan hal tersebut,’’ ujar Hermanus, di tengah tengah kesibukannya menghadiri kunjungan Wamen Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI, juga undangan musyawarah Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Nunukan (HPMN KT) di Kota Tarakan, Kamis (25/04/2025)

Dengan ‘Kamus Perbatasan’, lanjutnya, program pembangunan di Kabupaten Nunukan, dibagi berdasarkan 4 karakteristik wilayah.

Masing masing, Pulau Nunukan, Pulau Sebatik, Daerah Kabudaya, dan Dataran tinggi Krayan.

Jika setiap wilayah tersebut dipetakan dengan segala macam potensi alam dan sumberdayanya, maka program Pembangunan Kabupaten Nunukan memiliki platform pembangunan berkelanjutan dan inovatif berbasis potensi kawasan.

‘’Dan hal tersebut yang akan kita narasikan ke pemerintah pusat,’’ ujarnya lagi.

Hermanus menegaskan, butuh usaha keras dan serius jika ingin menjemput perhatian pemerintah pusat.

Dan isu wilayah perbatasan Negara, harus ditekankan dalam master plan pembangunan kewilayahan di Kabupaten Nunukan.

“Bila kita punya master plan yang kita konsepkan sebagai ‘Kamus Perbatasan’, maka kita punya data konkrit untuk disampaikan kepada pemerintah pusat. Data tersebut tidak perlu terlalu deskriptif, tetapi langsung ke bentuk program, by name by address,’’ urainya.

Hermanus juga mengatakan, sebenarnya konsep tersebut bukan perkara baru di Nunukan.

Wacana ‘Kamus Perbatasan’ pernah dijabarkan oleh eks Wakil Bupati Nunukan periode 2016 – 2020, Faridil Murad.

Untuk menjalankan konsep ‘Kamus Perbatasan’, setidaknya ada 9 perangkat daerah yang berperan penting.

Masing masing, Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PU-PR, Dinas PERKIM.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Perhubungan, dan Badan Pengelola Perbatasan Daerah.

‘’Sudah 25 tahun kita membangun Nunukan dengan melihat setiap wilayah sama rata. Perlu sebuah komitmen dan pemahaman bersama untuk mengimplementasikan konsep ‘Kamus Perbatasan’,’’ tegas Hermanus.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial