Menu

Mode Gelap
Malaysia Naikkan Harga Tiket Kapal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Kapal Nunukan – Tawau Segera Menyusul Naikkan Tarif DPRD Kaltara Usulkan Pembentukan Tim Penyelesaian Konflik Perkebunan Tingkat Provinsi Bahas Raperda Pengelolaan Sumber Daya Air di Sungai Kayan, Arming : Harus Mensejahterakan Masyarakat di Kawasan Sungai Banjir Tahunan di Perbatasan RI – Malaysia, DPRD Kaltara Desak Penanganan Komprehensif Lapas Nunukan Usulkan Remisi Hari Raya Idul Fitri Bagi 885 Warga Binaan Pemasyarakatan Arus Mudik Penumpang Kapal Pada Lebaran 2026 di Perbatasan RI – Malaysia Turun 20 Persen

Kaltara

Plafon Lima Kelas di SDN 004 Sebatik Runtuh, DPRD Nunukan : Proyek APBN Asal Asalan yang Jadi Beban APBD

badge-check


					Kondisi plafon salah satu RKB di SDN 004 Sebatik Barat. Proyek APBN yang baru seumur jagung ini sudah mengalami kerusakan pada plafon. Asbes runtuh, terjadi di 5 RKB di sekolah tersebut. Perbesar

Kondisi plafon salah satu RKB di SDN 004 Sebatik Barat. Proyek APBN yang baru seumur jagung ini sudah mengalami kerusakan pada plafon. Asbes runtuh, terjadi di 5 RKB di sekolah tersebut.

NUNUKAN, infoSTI – DPRD Nunukan, Kalimantan Utara, menemukan adanya plafon di SDN 004 Sebatik Barat, ambruk, saat melakukan monitoring proyek APBD Nunukan 2024, di Pulau Sebatik, Selasa (15/4/2025).

Sejatinya, DPRD Nunukan bertujuan melihat pengadaan meubelair untuk SDN 004.

Namun tak dinyana, ada kondisi janggal, dimana atap 5 RKB di sekolah tersebut, hanya menyisakan rangka baja ringan, tanpa plafon.

‘’Ambruk plafonnya. Kejadian terjadi saat libur Ramadhan kemarin, dan saat anak anak murid baru masuk sekolah,’’ ujar Kepala Sekolah SDN 004 Sebatik Barat, Nur Minari, Selasa (15/4/2025).

Nur Minari menuturkan, proyek pembangunan gedung SDN 004 Sebatik Barat, mulai dikerjakan oleh Kementrian Pendidikan, sekitar Tahun 2023.

Sayangnya, belum lama difungsukan, asbes di sekolah tersebut ambruk.

‘’Kemungkinan karena sering hujan. Asbes lembab dan akhirnya ambruk. Bukan hanya satu RKB yang asbesnya ambruk, tapi lima RKB, dengan waktu kejadian berbeda,’’ kata Nur Minari.

Nur Minari berharap, ada perbaikan atas kerusakan yang terjadi.

Meski kondisi RKB masih sangat layak, namun menurutnya, kerusakan plafon/asbes, perlu menjadi perhatian bersama.

‘’Kalau bisa diganti dengan saja dengan playwood, jangan asbes,’’ harapnya.

Anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama, menyayangkan kerusakan yang terjadi.

Sebuah proyek APBN yang belum lama digunakan, mengalami kerusakan yang tidak perlu, sehingga terpaksa menjadi tanggungan Pemerintah Daerah.

‘’Saya melihat proyek APBN yang dilaksanakan PUPR asal asalan. Belum sampai tiga tahun plafon sudah runtuh. Langsung lima RKB bahkan,’’ kata dia.

Tentu saja, persoalan ini dipandang perlu menjadi catatan khusus dan sekaligus warning bagi kontraktor pelaksana kegiatan.

‘’Proyek APBN malah jadi beban APBD jadinya kalau begini,’’ sesal Andre.

Andre juga sepakat dengan usulan penggantian asbes dengan playwood dengan ukuran kotak kotak kecil.

Selain lebih tahan terhadap cuaca, ketika terjadi kebocoran atau kerusakan, tinggal menggantinya dengan potongan playwood lain.

‘’Catatannya rangka baja ringan sebagai plafonnya juga harus diganti. Tidak bisa playwood dipasang sementara rangkanya banyak lubang bekas baut untuk asbes yang ambruk kemarin,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara