Menu

Mode Gelap
Cerita Perjuangan Para Peksos di Nunukan, Mengurus ODGJ Terlantar yang Mayoritas Eks TKI, Ikhlas Keluar Uang dan Panen Hujatan Kebakaran Menghanguskan Sekitar 7 Hektar Areal Perkebunan Masyarakat di Pulau Sebatik Monitoring LKPJ 2025, DPRD Nunukan Temukan Bangunan Mushola Dibangun Asal Jadi Ganti Rugi Embung Lapri Tak Kunjung Terbayar, 40 KK Minta SK Penetapan Lahan Dicabut, Bakal Tuntut Pemda Rp 271 Miliar Rencana Pemindahan PKL di Alun Alun Nunukan Ricuh, Para Pedagang Minta Diselesaikan di DPRD Mutasi Berujung Gugatan PTUN, Pemkab Nunukan Bantah Lakukan Demosi

Nunukan

Panel Surya Tersambar Petir, Sebuah Rumah Dua Lantai di Seimanggaris Habis Terbakar

badge-check


					Kebakaran sebuah rumah milik Bapak Laning, warga Desa Sekaduyan Taka, Seimanggaris. Api berasal dari sambaran petir ke panel surya di lantai dua, Jumat (4/4/2025) sore. Perbesar

Kebakaran sebuah rumah milik Bapak Laning, warga Desa Sekaduyan Taka, Seimanggaris. Api berasal dari sambaran petir ke panel surya di lantai dua, Jumat (4/4/2025) sore.

NUNUKAN, infoSTI – Sebuah rumah milik Laning, warga RT 006, Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimanggaris, Nunukan, Kalimantan Utara, habis terbakar, Jumat (4/4/2025) sore.

Rumah dua lantai berukuran 9×15 meter persegi tersebut, luluh lantak akibat sambaran petir.

‘’Kejadiannya Jumat sore, sekitar pukul 17.15 wita,’’ ujar Sekretaris Desa Sekaduyan Taka, Tarto, dihubungi Sabtu (5/4/2025).

Wilayah Seimanggaris, merupakan pedesaan yang ada di pedalaman Nunukan, dan menjadi wilayah perbatasan RI – Malaysia.

Desa Sekaduyan Taka, memiliki luas area sekitar 70 Km, dengan jumlah KK lebih 1000 atau lebih 4000 jiwa.

Terdapat keberadaan patok batas Negara sebanyak 1.067 patok, di desa ini.

Tarto menuturkan, peristiwa tersebut, bermula ketika hujan deras disertai petir mengguyur wilayah Seimanggaris, sekitar pukul 16.10 wita.

Petir bergemuruh cukup kencang pada sekitar pukul 17.00 wita, dan membuat penghuni rumah Bapak Laning dengan sejumlah anak anak, berteriak kaget dan ketakutan.

Saat itu, pemilik rumah belum sadar, bahwa panel surya miliknya yang ada di lantai dua, tersambar petir.

‘’Lantai dua rumah Bapak Laning tidak ditempati. Hanya dimanfaatkan sebagai gudang dan sarang burung wallet. Pemilik rumah baru sadar ketika api berkobar cukup besar di lantai dua,’’ tutur Tarto.

Merekapun langsung berhamburan keluar menyelamatkan diri, dan berteriak meminta tolong kepada warga.

Banyaknya material yang mudah terbakar di lantai dua, membuat kobaran api begitu cepat merambat, dan meluluhlantakkan rumah tersebut.

Meski warga datang berbondong bondong membantu memadamkan api, tidak satupun barang barang dalam rumah terselamatkan.

‘’Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.34 wita. Kondisi rumah habis terbakar, hanya menyisakan puing puing bangunan. Kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah,’’ kata Tarto.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara