Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Nunukan

Listrik Byarpet Bahkan Pemadaman 12 Jam, Warga Pedalaman Pertanyakan Janji Manager PLN ULP Nunukan

badge-check


					Listrik Byarpet Bahkan Pemadaman 12 Jam, Warga Pedalaman Pertanyakan Janji Manager PLN ULP Nunukan Perbesar

NUNUKAN, infoSTI – Masyarakat pedalaman Nunukan, Kaltara, mempertanyakan komitmen Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Nunukan, Rendra, yang menjanjikan pelayanan andal, dengan kondisi surplus 4 MW.

Hal tersebut, dikatakan Rendra, saat rapat kerja di DPRD Nunukan, Senin (3/3/2025).

“Jaminan pelayanan andal untuk Kabupaten Nunukan konon. Sekarang saya tanya, apakah Sei Manggaris bukan Nunukan, apakah Sembakung, Sebuku dan sekitarnya bukan Nunukan,” protes warga Seimanggaris, Rahman, yang mengeluhkan kondisi byarpet ke wartawan, beberapa hari belakangan.

Pemuda yang bekerja sebagai guru di SMAN 1 Sei Manggaris ini, mengecam PLN ULP Nunukan, yang hanya berbicara pelayanan di perkotaan.

Ia menegaskan, jika baru wilayah kota, seharusnya tidak perlu ada komitmen yang menjamin tidak ada mati lampu di Bulan Ramadhan.

“Dia fikir yang menjalankan puasa orang kota sajakah. Kami warga wilayah IV Nunukan ini berbuka puasa nyalakan lilin, sahur pakai senter HP. Inikah yang dia bilang layanan andal,” kata Rahman.

“Warga geram, mereka siapkan petisi, semua tanda tangan menuntut penjelasan. Nanti dikirim suratnya langsung ke PLN,” imbuh Rahman.

Kondisi listrik byarpet, bukan hanya terjadi di Kecamatan Sei Manggaris.

Bahkan sampai di Kecamatan Sembakung, yang lebih pelosok dan pedalaman.

“Sudahlah ibadah terganggu, dapat surat cinta lagi, isinya pengumuman pemadaman bergilir selama 12 jam,” keluhnya.

Kepala PLN ULP Nunukan, Rendra mengatakan, ada dua unit PLTD dengan kapasitas masing masing 160 KW yang rusak bersamaan, sehingga pemadaman bergilir terpaksa dilakukan.

“Menginformasikan update terkait kondisi kelistrikan di Sei Menggaris. Manajemen Beban Sistem Sei Menggaris dikarenakan dua unit mesin mengalami gangguan dalam waktu bersamaan,” jawab Rendra, dihubungi, Senin (17/3/2025).

Mesin pertama, mengalami outage akibat gangguan piston dan main bearing.

PLN Nunukan mengusahakan penggantian dengan mesin baru. Dan ditargetkan sampai Sei Manggaris hari ini.

Mesin tersebut, dapat beroperasi dua hingga tiga hari kedepan, sehingga dapat memperkuat sistem dan cadangan daya di Sei Manggaris.

Sementara mesin lain, yang juga mengalami outage akibat gangguan piston, sedang masa perbaikan.

“Kami lembur siang malam lakukan perbaikan mesin. Kita maksimalkan hari ini mesin beroperasi, sehingga tidak terjadi pemadaman,” kata Rendra.

Sebelumnya, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Nunukan, Kalimantan Utara, menjamin tidak ada pemadaman listrik selama Ramadhan 1446 H untuk memastikan kelancaran umat Muslim beribadah.

“Kita lakukan peningkatan keandalan, memastikan stabilitas mesin dengan menyiapkan mesin cadangan untuk membackup atau antisipasi gangguan listrik PLN,” ujar Manager PLN ULP Nunukan, Rendra, Senin (3/3/2025).

Rendra menjabarkan, PLN memiliki daya listrik sebesar 20 MW untuk melayani Kecamatan Nunukan, Pulau Sebatik, dan Sebakis.

Sementara beban puncak hanya sekitar 16 MW. Sehingga PLN masih memiliki cadangan daya 4 MW.

“Surplus daya tersebut diperoleh dari perawatan sejumlah mesin yang over hould. Jadi kita bisa katakan tidak ada pemadaman di bulan Ramadhan ini,” jelasnya.

Kendati demikian, pemadaman oleh faktor alam, tentu tak bisa dihindari.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan