Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Hukrim

Merasa Dipermainkan, Karyawan Dealer Mobil Aniaya Rekannya Dengan Kursi Hingga Masuk Ruang IGD

badge-check


					Karyawan Dealer Mobil Daihatsu Nunukan, MUH, diamankan Polisi karena menganiaya rekan kerjanya menggunakan kursi, hingga masuk IGD RSUD Nunukan, Perbesar

Karyawan Dealer Mobil Daihatsu Nunukan, MUH, diamankan Polisi karena menganiaya rekan kerjanya menggunakan kursi, hingga masuk IGD RSUD Nunukan,

NUNUKAN, infoSTI – Unit Reskrim Polsek Nunukan Kota, Nunukan, Kalimantan Utara, mengamankan seorang karyawan Dealer Mobil Daihatsu, bernama MUH, karena menganiaya rekan kerjanya, RAH (27), hingga masuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Nunukan.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Zainal Yusuf menuturkan, peristiwa penganiayaan, terjadi di dalam Dealer Mobil Daihatsu, Jalan Patimura, RT 06, Nunukan Timur, pada Jumat (7/5/2025) sekitar pukul 21.00 wita.

‘’Pasca penganiayaan, korban menelfon temannya, Nur, mengabarkan dirinya dirawat di IGD karena dipukul dari belakang menggunakan kursi oleh MUH,’’ ujar Zainal, saat dihubungi, Senin (10/3/2025).

Mendengar kabar dari sahabatnya, Nur bergegas ke RSUD untuk melihat langsung kondisi RAH.

Ia melihat RAH terbaring di nakas, dengan infus terpasang di tubuhnya.

‘’Korban mengatakan leher belakangnya sakit akibat dipukul menggunakan kursi plastik dan kursi besi,’’ tutur Zainal.

Mendengar cerita RAH, Nur berinisiatif melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Polisi mencari keberadaan MUH, dan berhasil menemukannya saat berada di Jalan Gajah Mada, RT 09, Nunukan Tengah.

Dari pengakuan pelaku, ia emosi karena merasa ditipu dan dipermainkan.

Awalnya, RAH memintanya untuk menjaga dan merawat salah satu mobil tarikan leasing yang sedang dilelang.

‘’Menurut cerita pelaku, korban menjanjikan uang Rp 500.000 untuk biaya penitipan dan perawatan mobil tersebut, sampai terjual di proses lelang,’’ tutur Zainal.

Sampai kemudian, pelaku merasa kecewa sekaligus emosi, karena ternyata, upah yang diberikan RAH, hanya Rp 200.000.

‘’Karena tidak sesuai perjanjian, pelaku marah dan memukul bagian belakang korban dengan kursi, hingga korban jatuh ke lantai. Akibat kejadian tersebut, korban masih dirawat di RSUD Nunukan,’’ kata Zainal lagi.

Atas perbuatannya, MUH, disangkakan Pasal 351 ayat (1) KUH Pidana.

Polisi juga mengamankan 2 buah kursi, sebagai barang bukti. Terdiri dari 1 kursi plastik warna merah, dan kursi biru dengan rangka besi.

Facebook Comments Box

Trending di Hukrim