Menu

Mode Gelap
Cerita Perjuangan Para Peksos di Nunukan, Mengurus ODGJ Terlantar yang Mayoritas Eks TKI, Ikhlas Keluar Uang dan Panen Hujatan Kebakaran Menghanguskan Sekitar 7 Hektar Areal Perkebunan Masyarakat di Pulau Sebatik Monitoring LKPJ 2025, DPRD Nunukan Temukan Bangunan Mushola Dibangun Asal Jadi Ganti Rugi Embung Lapri Tak Kunjung Terbayar, 40 KK Minta SK Penetapan Lahan Dicabut, Bakal Tuntut Pemda Rp 271 Miliar Rencana Pemindahan PKL di Alun Alun Nunukan Ricuh, Para Pedagang Minta Diselesaikan di DPRD Mutasi Berujung Gugatan PTUN, Pemkab Nunukan Bantah Lakukan Demosi

Kaltara

Cerita PLN Nunukan Salurkan BBM Untuk PLTD Krayan, Pikul Jerigen, Hingga Menginap Dua Malam di Hutan

badge-check


					Kondisi jalan utama di dataran tinggi Krayan. Jalanan menjelma lumpur dan sulit dilewati kendaraan, mengakibatkan harga Sembako melambung dan suplay BBM PLTD terancam tak bisa masuk. Perbesar

Kondisi jalan utama di dataran tinggi Krayan. Jalanan menjelma lumpur dan sulit dilewati kendaraan, mengakibatkan harga Sembako melambung dan suplay BBM PLTD terancam tak bisa masuk.

NUNUKAN, infoSTI – Kerusakan akses jalan di Dataran Tinggi Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, berimbas pada sulitnya distribusi BBM untuk salah satu PLTD di Pa’Upan, Krayan Selatan.

“Kami harus melansir BBM menggunakan jerigen dengan motor trail karena jalanan Krayan betul betul rusak dan sulit dilewati,” ujar Manager PLN ULP Nunukan, Rendra, Senin (3/3/2025).

Rendra menuturkan, jalanan Krayan, menjelma lumpur yang sangat sulit diakses kendaraan.

Bahkan mobil gardan ganda, harus ditarik mobil lain supaya bisa keluar dari jebakan lumpur.

Demikian juga dengan mekanisme pengiriman BBM untuk mesin PLTD di Krayan Selatan.

“Jika dalam kondisi normal, jalanan bisa diakses selama 4 jam, kini petugas PLN membutuhkan dua hari. Petugas kami harus menginap di hutan,” tuturnya.

BBM akan dilansir dari Long Bawan, Krayan Induk, menuju Long Layu, Krayan Selatan dengan motor trail.

BBM hanya bisa dibawa menggunakan jerigen berisi sekitar 15 liter, yang diikat di bagian belakang motor.

Bukan hanya motor, bahkan seluruh tubuh petugas pengirim BBM basah oleh lumpur.

Mereka jatuh bangun saat berjuang mengirim BBM, demi memastikan pasokan listrik bisa tersalur sampai PLTD Pa’Upan.

“Kalau pas sampai jalanan ambles dan jembatan putus, petugas kami panggul itu jerigen BBM. Kami komitmen untuk pelayanan listrik yang andal dan melayani semaksimal mungkin,” tegasnya.

Untuk diketahui, kondisi Krayan yang memprihatinkan memicu aksi demonstrasi warga adat Lundayeh pada Kamis (27/2/2025).

Mereka menuntut perhatian pemerintah pusat. Kondisi jalanan di Krayan semakin parah, terutama di musim penghujan, yang menjadikan jalan seperti kubangan lumpur.

Hal ini mengakibatkan roda kendaraan terbenam dan menghentikan aktivitas manusia serta transportasi barang selama hampir dua bulan terakhir.

Akses antarkecamatan yang biasanya dapat ditempuh dalam waktu dua jam, kini membutuhkan waktu sehari semalam.

Kondisi ini memaksa masyarakat harus tidur di hutan saat perjalanan.

Stok sembako dan kebutuhan pokok lainnya terus menipis, sedangkan barang-barang dari Malaysia tidak dapat masuk karena akses perbatasan ditutup.

Akses utama di Krayan yang hancur akibat musim penghujan membuat mobil gardan ganda harus ditarik oleh kendaraan lain untuk bisa melintasi jalan yang terendam lumpur.

Sejumlah jembatan juga dilaporkan hanyut oleh banjir, mengakibatkan akses antara desa-desa di Krayan dan kota terputus total.

Lebih lanjut, akses dari Malinau ke Krayan juga mengalami kerusakan parah akibat cuaca buruk, yang menghambat pasokan bahan pokok dari dalam negeri.

Masalah lain yang dihadapi adalah landasan pacu Bandara Long Layu yang masih berupa tanah.

Padahal, akses udara sangat diharapkan untuk membawa sembako dan transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan medis.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, Kepala Adat Krayan Hulu, Yasan Paren, menyampaikan enam tuntutan:

1. Segera mengaspal jalan dan membangun jembatan permanen di wilayah perbatasan yang menghubungkan antara Kecamatan Krayan Barat, Krayan Selatan, Krayan Tengah, dan Krayan Timur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat penjaga perbatasan RI-Malaysia.

2. Segera membuka jalan perbatasan Malindo (Malaysia-Indonesia) Ba’siuk Krayan Selatan untuk meningkatkan ekonomi dan sosial masyarakat adat.

3. Segera menyediakan listrik 24 jam di wilayah masyarakat adat Krayan Selatan.

4. Segera mengaspal bandara perintis dan meningkatkan fasilitas serta infrastruktur Bandara Perintis Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan, yang merupakan satu-satunya sarana transportasi yang menghubungkan masyarakat adat dengan perkotaan.

5. Segera menetapkan Krayan Raya sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Krayan.

6. Segera menuntaskan jalan Malinau-Krayan.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara