Menu

Mode Gelap
Malaysia Naikkan Harga Tiket Kapal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Kapal Nunukan – Tawau Segera Menyusul Naikkan Tarif DPRD Kaltara Usulkan Pembentukan Tim Penyelesaian Konflik Perkebunan Tingkat Provinsi Bahas Raperda Pengelolaan Sumber Daya Air di Sungai Kayan, Arming : Harus Mensejahterakan Masyarakat di Kawasan Sungai Banjir Tahunan di Perbatasan RI – Malaysia, DPRD Kaltara Desak Penanganan Komprehensif Lapas Nunukan Usulkan Remisi Hari Raya Idul Fitri Bagi 885 Warga Binaan Pemasyarakatan Arus Mudik Penumpang Kapal Pada Lebaran 2026 di Perbatasan RI – Malaysia Turun 20 Persen

Nunukan

Program MBG di Nunukan, Belum Menyasar Madrasah dan Pesantren

badge-check


					Kepala Kemenag Nunukan, HM Shaberah melihat karya seni Kaligrafi santri, Perbesar

Kepala Kemenag Nunukan, HM Shaberah melihat karya seni Kaligrafi santri,

NUNUKAN, infoSTI – Realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nunukan, Kalimantan Utara, masih belum menyasar sekolah Madrasah dan Pondok Pesantren.

MBG di perbatasan Indonesia – Malaysia ini, dimulai perdana Senin (6/1/2025), di Kecamatan Nunukan Selatan, dengan target 2.556 pelajar dari 6 sekolah, dari jenjang SD hingga SMA.

Dan meluas ke Kecamatan Nunukan, mulai Senin (13/1/2025), dengan target sasaran sebanyak 3.340, mulai PAUD hingga SMA. (Data Dinas Pendidikan Nunukan).

“Untuk MBG di lingkungan Madrasah dan PONPES di Kabupaten Nunukan, sampai saat ini belum ada titik terang kapan di mulai, ” ujar Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Nunukan, Muhammad Shaberah, dikonfirmasi, Senin (13/1/2025.

Shaberah juga mengaku belum mengetahui, bagaimana mekanisme MBG untuk Madrasah maupun Pondok Pesantren.

“Meskipun baru baru ini Ditjen Pendis Kemenag RI menerbitkan Surat edaran Nomor 10 tahun 2024 tentang panduan MBG bagi PONPES, kita belum tahu kapan (pelaksanaannya). Dari mana sumber dananya, apakah dari pusat atau daerah,” imbuhnya.

Di Kabupaten Nunukan, kata Shaberah, ada 43 lembaga pendidikan yang dinaungi Kemenag.

Terdiri dari jenjang Raudhatul Athfal/RA (Sekelas TK), Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, hingga Pondok Pesantren.

“Semoga saja segera ada kabar baik MBG bagi siswa Madrasah dan santri Ponpes yang jumlahnya 19 jutaan se-Indonesia,” kata Shaberah.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan