Menu

Mode Gelap
Monitoring LKPJ 2025, DPRD Nunukan Temukan Bangunan Mushola Dibangun Asal Jadi Ganti Rugi Embung Lapri Tak Kunjung Terbayar, 40 KK Minta SK Penetapan Lahan Dicabut, Bakal Tuntut Pemda Rp 271 Miliar Rencana Pemindahan PKL di Alun Alun Nunukan Ricuh, Para Pedagang Minta Diselesaikan di DPRD Mutasi Berujung Gugatan PTUN, Pemkab Nunukan Bantah Lakukan Demosi Ketimpangan Pembangunan Infrastruktur Sebatik Disorot, Ramsah Desak Jalan Poros Tengah Masuk Prioritas Anggaran Tahun 2026 Apel gelar Pasukan Operasi Pemberantasan Penyelundupan, KPPBC Nunukan Perkuat Sinergytas Bersama APH Perbatasan RI – Malaysia

Nunukan

Program MBG di Nunukan, Belum Menyasar Madrasah dan Pesantren

badge-check


					Kepala Kemenag Nunukan, HM Shaberah melihat karya seni Kaligrafi santri, Perbesar

Kepala Kemenag Nunukan, HM Shaberah melihat karya seni Kaligrafi santri,

NUNUKAN, infoSTI – Realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nunukan, Kalimantan Utara, masih belum menyasar sekolah Madrasah dan Pondok Pesantren.

MBG di perbatasan Indonesia – Malaysia ini, dimulai perdana Senin (6/1/2025), di Kecamatan Nunukan Selatan, dengan target 2.556 pelajar dari 6 sekolah, dari jenjang SD hingga SMA.

Dan meluas ke Kecamatan Nunukan, mulai Senin (13/1/2025), dengan target sasaran sebanyak 3.340, mulai PAUD hingga SMA. (Data Dinas Pendidikan Nunukan).

“Untuk MBG di lingkungan Madrasah dan PONPES di Kabupaten Nunukan, sampai saat ini belum ada titik terang kapan di mulai, ” ujar Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Nunukan, Muhammad Shaberah, dikonfirmasi, Senin (13/1/2025.

Shaberah juga mengaku belum mengetahui, bagaimana mekanisme MBG untuk Madrasah maupun Pondok Pesantren.

“Meskipun baru baru ini Ditjen Pendis Kemenag RI menerbitkan Surat edaran Nomor 10 tahun 2024 tentang panduan MBG bagi PONPES, kita belum tahu kapan (pelaksanaannya). Dari mana sumber dananya, apakah dari pusat atau daerah,” imbuhnya.

Di Kabupaten Nunukan, kata Shaberah, ada 43 lembaga pendidikan yang dinaungi Kemenag.

Terdiri dari jenjang Raudhatul Athfal/RA (Sekelas TK), Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, hingga Pondok Pesantren.

“Semoga saja segera ada kabar baik MBG bagi siswa Madrasah dan santri Ponpes yang jumlahnya 19 jutaan se-Indonesia,” kata Shaberah.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan