Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Nunukan

Banjir Kiriman Malaysia Datang Dini Hari, 10 Desa di Kecamatan Lumbis Hulu Terendam

badge-check

NUNUKAN, infoSTI – Banjir bandang melanda Kecamatan Lumbis Hulu, wilayah terisolir di Perbatasan RI – Malaysia, di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (10/1/2025).

Kasubid Informasi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Muhammad Basir, mengatakan, banjir bandang tersebut, terjadi pada sekitar pukul 03.00 wita, saat warga tertidur lelap.

‘’Saat warga sedang tidur nyenyak,sekitar pukul 03.00 wita, tiba tiba datang air deras, berbentuk gumpalan air, mencapai sekitar 2,3 meter, masuk perkampungan warga, memenuhi parit parit, hingga akhirnya meluap dan membanjiri kolong rumah warga,’’ ujarnya, saat dihubungi.

Karena terbiasa dengan banjir, warga tidak panic, dan sebagian segera mengungsi ke tempat aman, ke perbukitan/gunung. Sebagian ada yang mengungsi ke Gereja GKII.

‘’Sebagian warga tetap berada di dalam rumah, karena terjebak banjir dari Sungai Sedalir dan Sulon. Tidak bisa kemana mana,’’ kata Basir.

Laporan yang diterima BPBD Nunukan, dari Camat Lumbis Hulu, Justinus, sejumlah fasilitas pemerintah terendam banjir.

Diantaranya, Kantor Desa Tuntulibing, gedung SD 001 dan SMPN 1 Lumbis Hulu, dan Pustu Tau Lumbis.

Selain itu, tiang PLN roboh, dan 10 unit home stay terendam, dan faasilitas jembatan, rusak parah.

‘’Ada juga laporan Pos Satgas Pamtas RI – Malaysia Sumantipal, terendam banjir. Kita masih mendata segala kerusakan imbas dari banjir kiriman Malaysia ini,’’ kata Basir lagi.

Banjir perlahan surut pada pukul 04.00 wita. Laporan yang diterima BPBD Nunukan, para warga yang sebelumnya mengungsi, mulai kembali ke pemukiman sekitar pukul 07.00 wita.

Pukul 08.00 wita, terlihat kesibukan warga yang kebanjiran, membersihkan rumah, dan mencuci semua pakaian, peralatan dan perabotan yang penuh lumpur akibat banjir kiriman.

‘’Laporan sementara yang kami peroleh, sekitar sepuluh Desa di Kecamatan Lumbis Hulu terdampak banjir. Kondisi signal internet, menjadi kendala kami dalam pendataan dan komunikasi,’’ jelasnya.

Untuk diketahui, Banjir rutin terjadi setiap tahun di wilayah perbatasan Indonesia– Malaysia, di Kabupaten Nunukan Kaltara.

Banjir tersebut merupakan kiriman dari Malaysia.

Banjir berasal dari Sungai Talangkai di Sepulut Sabah Malaysia. Kemudian mengalir ke sungai Pampangon, berlanjut ke sungai Lagongon, ke Sungai Pagalungan, yang masih wilayah Malaysia.

Dari Pagalungan, aliran sungai kemudian memasuki wilayah Indonesia melalui sungai Labang, sungai Pensiangan dan sungai Sembakung.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan