Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Nunukan

Jelang Nataru, Keberangkatan Kapal Menuju Malaysia dari Nunukan, Meningkat 30 Persen  

badge-check


					Antrean penumpang menuju Tawau di pos TPI Tunon Taka Nunukan, Perbesar

Antrean penumpang menuju Tawau di pos TPI Tunon Taka Nunukan,

NUNUKAN, infoSTI – Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pos Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Utara, mencatat kenaikan lalu lintas keberangkatan dari Nunukan menuju Tawau, Malaysia, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Jika pada waktu normal, penumpang hanya sekitar 150 orang saja, saat ini, ada 400an penumpang yang mengantre.

‘’Terjadi lonjakan keberangkatan luar negeri (Malaysia), sekitar 30 persen, mulai akhir November hingga pertengahan Desember 2024,’’ ujar Kepala Seksi Teknologi Informasi Keimigrasian, Jodhi Erlangga, ditemui, Selasa (24/12/2024).

Jadwal keberangkatan kapal rute Nunukan – Tawau, juga bertambah dua kali dari biasanya.

‘’Kalau dihitung, sebelumnya sekitar 4000an penumpang, saat ini naik di 5000an penumpang,’’ imbuhnya.

Jodhi mengatakan, minat masyarakat liburan ke Malaysia cukup tinggi, menimbang biaya jauh lebih murah ketimbang menuju destinasi wisata local yang bisa dijangkau dari Nunukan.

Untuk menuju Malaysia, masyarakat hanya perlu membayar sekitar Rp 350.000 sampai ke Tawau.

Dari Tawau, mereka bisa memilih, apakah berbelanja barang barang Malaysia, cukup di Tawau saja, atau pergi ke Kota Kinabalu, Semporna, bahkan ke Kuala Lumpur.

‘’Bisa juga mereka masuk Malaysia, kemudian melanjutkan perjalanan pulang kampung ke Balikpapan, Jakarta, Medan, Surabaya dan lainnya. Kemungkinan itu bisa terjadi,’’ lanjutnya.

Kondisi ini, berkebalikan dengan arus mudik menggunakan kapal laut, menuju Sulsel dan Indonesia Timur.

Tak terjadi lonjakan signifikan untuk keberangkatan domestik, di pelabuhan Tunon Taka, Nunukan.

Lonjakan penumpang, tentu membuat Imigrasi Nunukan memperketat pengawasan.

Mereka selalu menyiagakan tim untuk memantau dan menyeleksi para penumpang, mengantisipasi para CTKI yang ikut memanfaatkan keadaan.

‘’Sejak awal Desember, kita sudah lakukan penundaan keberangkatan terhadap puluhan para CTKI. Bagaimanapun, momen seperti ini sering dimanfaatkan mereka dengan modus berbaur dengan pelancong,’’ kata Jodhi.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan