Menu

Mode Gelap
Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara 40 Jamaah Umroh Nunukan Menginap di Kawasan Markaziyah, An Nur Jamin Kenyamanan dan Kemudahan Ibadah Perkuat Semangat Bela Negara, 80 Kader PKS Nunukan Ikuti KEMBARA di Perbatasan RI – Malaysia Perahu Terbalik Saat Menyeberang Sungai, Pasangan Suami Istri di Nunukan Ditemukan Tewas Tenggelam Banyak Atap Bangunan Beterbangan Saat Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Melanda Dataran Tinggi Krayan Dilaporkan Hilang, Seorang Nelayan Pulau Sebatik Ditemukan Tewas Dalam Posisi Duduk Diatas Perahu

Malinau

Tiga Hari Pencarian, Tim SAR Malinau Akhirnya Menemukan Jenazah Wilka di Pinggir Sungai Sipinuang

badge-check


					Tim SAR Malinau mengevakuasi jenazah Wilka (20), ibu muda yang melompat ke sungai karena kapalnya tenggelam kemasukan air sebelum melewati giram. Perbesar

Tim SAR Malinau mengevakuasi jenazah Wilka (20), ibu muda yang melompat ke sungai karena kapalnya tenggelam kemasukan air sebelum melewati giram.

MALINAU, infoSTI – Tim SAR gabungan, BPBD, Damkar, TNI, Polri dan masyarakat pesisir sungai di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, akhirnya menemukan Wilka, Senin (9/12/2024).

Wilka, adalah ibu muda warga Malinau yang nekat melompat ke sungai berarus deras, karena kapal kayu yang dinaikinya, tenggelam sebelum melewati giram, pada Sabtu (7/12/2024) lalu.

‘’Korban ditemukan meninggal dunia, sekitar pukul 09.00, di dekat Muara Sungai Tubu, sekitar 5 Km dari lokasi kejadian,’’ ujar Ketua Relawan Masyarakat Peduli Bencana (RMPB), Anwar, melalui pesan tertulis.

Hanyutnya Wilka, menarik perhatian pejabat Pemkab Malinau. Bupati Malinau, Wempi W Mawa dan Wakil Bupati Malinau, Jakaria, bersama sejumlah pejabat teras, bahkan turun ke sungai melakukan pencarian.

Mereka menggunakan jet sky menyisir sungai mentarang, untuk menemukan keberadaan Wilka, di hari kedua pencarian.

‘’Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian ditutup, personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing masing,’’ imbuh Anwar.

Sebelumnya diberitakan, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Wilka (20), warga Desa Long Barang, Dusun Nansarang, Malinau, Kalimantan Utara, hilang terbawa arus sungai, Sabtu (7/12/2024).

Peristiwa tersebut, terjadi ketika korban bersama suaminya, Doni (24) dan anaknya, Julifa yang masih berusia 1 tahun, melakukan perjalanan menggunakan perahu ketinting bermesin 18 PK, dari Desa Wisata, Pulau Sapi, menuju Desa Long Berang pada pukul 10.00 wita.

Sekitar 30 menit perjalanan, perahu yang mereka tumpangi harus melewati tempat dengan arus kuat dan banyak bebatuan yang membahayakan, atau biasa disebut penduduk lokal, sebagai giram.

‘’Doni berniat menepi ke pinggir sungai, dan menyuruh istrinya, Wilka, membawa anaknya untuk berjalan kaki dulu. Sementara Doni akan berusaha mengemudikan perahu untuk melewati areal Giram Kayan,’’ tutur Anwar.

Belum sempat perahu ketinting menepi, tiba tiba air sungai masuk perahu dengan deras.

Panik melihat air sungai yang semakin memenuhi perahu, Wilka spontan melompat ke sungai berarus deras tersebut.

Iapun hanyut bersama perahu yang dipenuhi air sungai. Dalam kondisi tersebut, Doni berupaya menyelamatkan istri dan anaknya.

‘’Doni berhasil menangkap anaknya, dan sempat mendorong istrinya agak ke tepi sungai. akan tetapi, istri Doni tidak bisa sampai ke tepi sungai,’’ kata Anwar.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara