Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H

Malinau

Tiga Hari Pencarian, Tim SAR Malinau Akhirnya Menemukan Jenazah Wilka di Pinggir Sungai Sipinuang

badge-check


					Tim SAR Malinau mengevakuasi jenazah Wilka (20), ibu muda yang melompat ke sungai karena kapalnya tenggelam kemasukan air sebelum melewati giram. Perbesar

Tim SAR Malinau mengevakuasi jenazah Wilka (20), ibu muda yang melompat ke sungai karena kapalnya tenggelam kemasukan air sebelum melewati giram.

MALINAU, infoSTI – Tim SAR gabungan, BPBD, Damkar, TNI, Polri dan masyarakat pesisir sungai di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, akhirnya menemukan Wilka, Senin (9/12/2024).

Wilka, adalah ibu muda warga Malinau yang nekat melompat ke sungai berarus deras, karena kapal kayu yang dinaikinya, tenggelam sebelum melewati giram, pada Sabtu (7/12/2024) lalu.

‘’Korban ditemukan meninggal dunia, sekitar pukul 09.00, di dekat Muara Sungai Tubu, sekitar 5 Km dari lokasi kejadian,’’ ujar Ketua Relawan Masyarakat Peduli Bencana (RMPB), Anwar, melalui pesan tertulis.

Hanyutnya Wilka, menarik perhatian pejabat Pemkab Malinau. Bupati Malinau, Wempi W Mawa dan Wakil Bupati Malinau, Jakaria, bersama sejumlah pejabat teras, bahkan turun ke sungai melakukan pencarian.

Mereka menggunakan jet sky menyisir sungai mentarang, untuk menemukan keberadaan Wilka, di hari kedua pencarian.

‘’Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian ditutup, personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing masing,’’ imbuh Anwar.

Sebelumnya diberitakan, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Wilka (20), warga Desa Long Barang, Dusun Nansarang, Malinau, Kalimantan Utara, hilang terbawa arus sungai, Sabtu (7/12/2024).

Peristiwa tersebut, terjadi ketika korban bersama suaminya, Doni (24) dan anaknya, Julifa yang masih berusia 1 tahun, melakukan perjalanan menggunakan perahu ketinting bermesin 18 PK, dari Desa Wisata, Pulau Sapi, menuju Desa Long Berang pada pukul 10.00 wita.

Sekitar 30 menit perjalanan, perahu yang mereka tumpangi harus melewati tempat dengan arus kuat dan banyak bebatuan yang membahayakan, atau biasa disebut penduduk lokal, sebagai giram.

‘’Doni berniat menepi ke pinggir sungai, dan menyuruh istrinya, Wilka, membawa anaknya untuk berjalan kaki dulu. Sementara Doni akan berusaha mengemudikan perahu untuk melewati areal Giram Kayan,’’ tutur Anwar.

Belum sempat perahu ketinting menepi, tiba tiba air sungai masuk perahu dengan deras.

Panik melihat air sungai yang semakin memenuhi perahu, Wilka spontan melompat ke sungai berarus deras tersebut.

Iapun hanyut bersama perahu yang dipenuhi air sungai. Dalam kondisi tersebut, Doni berupaya menyelamatkan istri dan anaknya.

‘’Doni berhasil menangkap anaknya, dan sempat mendorong istrinya agak ke tepi sungai. akan tetapi, istri Doni tidak bisa sampai ke tepi sungai,’’ kata Anwar.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara