Menu

Mode Gelap
Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara 40 Jamaah Umroh Nunukan Menginap di Kawasan Markaziyah, An Nur Jamin Kenyamanan dan Kemudahan Ibadah Perkuat Semangat Bela Negara, 80 Kader PKS Nunukan Ikuti KEMBARA di Perbatasan RI – Malaysia Perahu Terbalik Saat Menyeberang Sungai, Pasangan Suami Istri di Nunukan Ditemukan Tewas Tenggelam Banyak Atap Bangunan Beterbangan Saat Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Melanda Dataran Tinggi Krayan Dilaporkan Hilang, Seorang Nelayan Pulau Sebatik Ditemukan Tewas Dalam Posisi Duduk Diatas Perahu

Malinau

Bupati Malinau, Ikut Terjun ke Sungai Lakukan Pencarian Wilka yang Hanyut di Sungai Mentarang

badge-check


					Sejumlah jet sky diterjunkan untuk pencarian Wilka (20). Ibu muda yang hanyut di Sungai Mentarang, Malinau, Sabtu (7/12/2024). Perbesar

Sejumlah jet sky diterjunkan untuk pencarian Wilka (20). Ibu muda yang hanyut di Sungai Mentarang, Malinau, Sabtu (7/12/2024).

MALINAU, infosti.com – Bupati Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Wempi Wellem Mawa, terjun langsung ke Sungai Mentarang, untuk membantu pencarian seorang ibu muda bernama Wilka (20), yang hanyut pada Sabtu (7/12/2024).

Dengan mengendarai jet ski, Wempi yang mengenakan safety jacket biru, menyisir sepanjang sungai Mentarang, dengan harapan menemukan korban.

Tak hanya Bupati, Wakil Bupati, Jakaria, dan sejumlah pejabat teras Pemda Malinau, ikut menyisir sungai.

‘’Masyarakat dan keluarga korban, bangga Pak Bupati dan Wakil Bupati, juga pejabat ikut terjun ke lapangan pencarian, ‘’ ujar Ketua Relawan Masyarakat Peduli Bencana Malinau, Anwar, Minggu (8/12/2024).

Pencarian terhadap korban, memasuki hari kedua. Selain menggunakan perahu kayu, sejumlah jet sky turut diterjunkan, untuk mempercepat pencarian.

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Wilka (20), warga Desa Long Barang, Dusun Nansarang, Malinau, Kalimantan Utara, hilang terbawa arus sungai, Sabtu (7/12/2024).

Peristiwa tersebut, terjadi ketika korban bersama suaminya, Doni (24) dan anaknya, Julifa yang masih berusia 1 tahun, melakukan perjalanan menggunakan perahu ketinting bermesin 18 PK, dari Desa Wisata, Pulau Sapi, menuju Desa Long Berang pada pukul 10.00 wita.

Sekitar 30 menit perjalanan, perahu yang mereka tumpangi harus melewati tempat dengan arus kuat dan banyak bebatuan yang membahayakan, atau biasa disebut penduduk lokal, sebagai giram.

‘’Doni berniat menepi ke pinggir sungai, dan menyuruh istrinya, Wilka, membawa anaknya untuk berjalan kaki dulu. Sementara Doni akan berusaha mengemudikan perahu untuk melewati areal Giram Kayan,’’ tutur Anwar.

Belum sempat perahu ketinting menepi, tiba tiba air sungai masuk perahu dengan deras.

Panik melihat air sungai yang semakin memenuhi perahu, Wilka spontan melompat ke sungai berarus deras tersebut.

Iapun hanyut bersama perahu yang dipenuhi air sungai. Dalam kondisi tersebut, Doni berupaya menyelamatkan istri dan anaknya.

‘’Doni berhasil menangkap anaknya, dan sempat mendorong istrinya agak ke tepi sungai. akan tetapi, istri Doni tidak bisa sampai ke tepi sungai,’’ kata Anwar.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara