Menu

Mode Gelap
Orang Kota Ribut Kenaikan Harga Barang, Kami di Perbatasan RI – Malaysia Memilih Diam Menelan Kekecewaan Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen Hadiri RPJMD dan Deklarasi Kolaborasi CSR di Jakarta, Hermanus : Harapan Percepatan Pembangunan di Kaltara SPPG Baru di Nunukan Selatan Dibuka, Masyarakat Boleh Kritik, Tapi Bukan Lewat Medsos Api Berkobar Selama 3 Jam di Perkebunan Warga di Mansapa, Nunukan Selatan, Lebih 2 hektar Lahan Hangus Terbakar Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta, Dorong Penguatan Karakter Pendidikan di Nunukan

Malinau

Bupati Malinau, Ikut Terjun ke Sungai Lakukan Pencarian Wilka yang Hanyut di Sungai Mentarang

badge-check


					Sejumlah jet sky diterjunkan untuk pencarian Wilka (20). Ibu muda yang hanyut di Sungai Mentarang, Malinau, Sabtu (7/12/2024). Perbesar

Sejumlah jet sky diterjunkan untuk pencarian Wilka (20). Ibu muda yang hanyut di Sungai Mentarang, Malinau, Sabtu (7/12/2024).

MALINAU, infosti.com – Bupati Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Wempi Wellem Mawa, terjun langsung ke Sungai Mentarang, untuk membantu pencarian seorang ibu muda bernama Wilka (20), yang hanyut pada Sabtu (7/12/2024).

Dengan mengendarai jet ski, Wempi yang mengenakan safety jacket biru, menyisir sepanjang sungai Mentarang, dengan harapan menemukan korban.

Tak hanya Bupati, Wakil Bupati, Jakaria, dan sejumlah pejabat teras Pemda Malinau, ikut menyisir sungai.

‘’Masyarakat dan keluarga korban, bangga Pak Bupati dan Wakil Bupati, juga pejabat ikut terjun ke lapangan pencarian, ‘’ ujar Ketua Relawan Masyarakat Peduli Bencana Malinau, Anwar, Minggu (8/12/2024).

Pencarian terhadap korban, memasuki hari kedua. Selain menggunakan perahu kayu, sejumlah jet sky turut diterjunkan, untuk mempercepat pencarian.

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Wilka (20), warga Desa Long Barang, Dusun Nansarang, Malinau, Kalimantan Utara, hilang terbawa arus sungai, Sabtu (7/12/2024).

Peristiwa tersebut, terjadi ketika korban bersama suaminya, Doni (24) dan anaknya, Julifa yang masih berusia 1 tahun, melakukan perjalanan menggunakan perahu ketinting bermesin 18 PK, dari Desa Wisata, Pulau Sapi, menuju Desa Long Berang pada pukul 10.00 wita.

Sekitar 30 menit perjalanan, perahu yang mereka tumpangi harus melewati tempat dengan arus kuat dan banyak bebatuan yang membahayakan, atau biasa disebut penduduk lokal, sebagai giram.

‘’Doni berniat menepi ke pinggir sungai, dan menyuruh istrinya, Wilka, membawa anaknya untuk berjalan kaki dulu. Sementara Doni akan berusaha mengemudikan perahu untuk melewati areal Giram Kayan,’’ tutur Anwar.

Belum sempat perahu ketinting menepi, tiba tiba air sungai masuk perahu dengan deras.

Panik melihat air sungai yang semakin memenuhi perahu, Wilka spontan melompat ke sungai berarus deras tersebut.

Iapun hanyut bersama perahu yang dipenuhi air sungai. Dalam kondisi tersebut, Doni berupaya menyelamatkan istri dan anaknya.

‘’Doni berhasil menangkap anaknya, dan sempat mendorong istrinya agak ke tepi sungai. akan tetapi, istri Doni tidak bisa sampai ke tepi sungai,’’ kata Anwar.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara