Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Irwan Sabri, Apresiasi Penempatan PIMPASA di Empat Desa Rawan TPPO dan TPPM Dua Minggu Lebih Ditampung Dinas Sosial Nunukan, Orang Terlantar yang Mengaku ‘Sultan’ Akhirnya Meninggal Dunia Kolaborasi Pemda Nunukan dan BTNKM, Perkuat Sinergi Kelestarian Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan Hasil Reses DPRD Selalu Menjadi Prioritas Dalam Akselerasi Pembangunan Fisik dan SDM Sekda Nunukan Beri Penjelasan Rinci Turunnya Pendapatan Daerah Kepada Fraksi Gerindera Mekanisme Mutasi Pejabat Diprotes Fraksi Demokrat, Begini Penjelasan Pemkab Nunukan

Advertorial

Pemprov Kaltara Mendukung Penuh Program Prioritas Pasien Kronis BPJS Kesehatan

badge-check


					Audiens bersama BPJS, Togap menyatakan dukungan penuh bagi program prioritas pasien kronis. Perbesar

Audiens bersama BPJS, Togap menyatakan dukungan penuh bagi program prioritas pasien kronis.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kaltara, Togap Simangunsong, mendukung penuh upaya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam memberikan pelayanan prioritas bagi peserta dengan penyakit kronis.

Dukungan ini disampaikan saat menerima audiensi Deputi Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan, Nuim Mubaraq, di Ruang Rapat Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (17/10/2024).

Dalam pertemuan itu, Togap menyambut baik dialog langsung dengan perwakilan BPJS Kesehatan, sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kaltara. Salah satu isu utama yang dibahas adalah sulitnya pasien penyakit kronis yang harus sering datang ke rumah sakit hanya untuk mengambil obat.

Nuim Mubaraq, menjelaskan, BPJS Kesehatan memiliki program PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kronis.

“Salah satu aspirasi dari pasien adalah agar obat bisa dikirim langsung ke rumah, sehingga mereka tidak perlu sering mengantre di rumah sakit,” jelas Nuim.

Menanggapi usulan ini, Togap berkomitmen untuk segera menindaklanjutinya.

“Ini bagus, kita akan pelajari lebih lanjut, termasuk soal peraturan yang bisa diatur oleh pemerintah daerah,” katanya.

Togap juga berbagi pengalamannya di Jakarta, di mana ia bisa mendapatkan obat hanya melalui layanan pesan WhatsApp dari rumah sakit tanpa harus datang langsung.

“Di Jakarta, saya tidak perlu lagi datang langsung ke dokter kecuali ada keluhan lain. Cukup kirim pesan lewat WhatsApp ke rumah sakit, dan obat langsung dikirim ke rumah,” katanya.

Pertemuan ini diharapkan dapat mempercepat langkah-langkah konkret dalam meningkatkan efektivitas program kesehatan di Kaltara, demi tercapainya pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas. (ADV)

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial