Menu

Mode Gelap
Kasus Investasi Bodong Nunukan, Polisi Tetapkan Dua Perempuan Sebagai Tersangka, Langsung Ditahan Tangkapan Narkoba Polres Nunukan Turun Drastis, Begini Penjelasan Kapolres Heboh Isu SARA di Nunukan, Polisi Sebut Ulah Hacker yang Bertujuan Membuat Kekacauan di Bulan Agustus Rapat Paripurna APBD Perubahan 2026, Alokasi Anggaran Turun, DPRD Merekomendasikan Optimalisasi PAD Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Tas Hitam di Pulau Sebatik Bupati Nunukan Pastikan Prioritas Pembangunan Jalan Krayan, Dibangun Dengan Skema Multiyears Untuk Periode 2027–2029

Advertorial

Agenda Sosialisasi TPBIS di Kaltara, Sukses Digelar

badge-check


					Sosialisasi TPBIS di Kaltara sukses digelar, Perbesar

Sosialisasi TPBIS di Kaltara sukses digelar,

TANJUNG SELOR, infoSTI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltara, sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di Tanjung Selor, Kamis (25/11/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep TPBIS sebagai strategi meningkatkan peran perpustakaan dalam kehidupan masyarakat.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca DPK Kalimantan Utara, Suwarsono, menyampaikan, perpustakaan perlu bertransformasi agar lebih inklusif dan berdaya guna.

“Melalui program ini, perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sosialisasi ini membahas kebijakan pengembangan perpustakaan, penjelasan program TPBIS, dan strategi implementasinya,” ujar Suwarsono dalam sambutannya.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 60 peserta, yang terdiri dari perwakilan dinas perpustakaan dan kearsipan se-Kalimantan Utara, perpustakaan desa/kelurahan, serta taman bacaan masyarakat di wilayah Kabupaten Bulungan.

Acara tersebut menghadirkan narasumber utama, Vickyko Romana Putra, seorang Master Trainer TPBIS yang diakui oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, sekaligus Duta Baca Kalimantan Utara.

Suwarsono memaparkan bahwa program TPBIS merupakan bagian dari transformasi perpustakaan yang bertujuan memastikan akses perpustakaan terbuka bagi semua individu tanpa memandang latar belakang.

Ia juga menjelaskan bagaimana perpustakaan dapat menjadi sarana pengembangan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan inovatif.

Melalui kegiatan ini, Suwarsono berharap seluruh peserta dapat memahami pentingnya transformasi perpustakaan untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas penggunaan layanan perpustakaan sesuai kebutuhan masyarakat, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, budaya literasi di Kalimantan Utara semakin berkembang dan perpustakaan dapat terus menjadi motor penggerak perubahan sosial. Kami berkomitmen melanjutkan program-program serupa guna mendukung peningkatan literasi dan kesejahteraan masyarakat di Kaltara,” pungkasnya. (ADV).

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial