Menu

Mode Gelap
138 Calhaj Nunukan Diberangkatkan 4 Mei 2026, Jalur Penerbangan Melewati Samudera Hindia, Jam Penerbangan Bertambah 3 Jam Orang Kota Ribut Kenaikan Harga Barang, Kami di Perbatasan RI – Malaysia Memilih Diam Menelan Kekecewaan Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Aman, Meski Banyak Pembelian Gunakan Jerigen Hadiri RPJMD dan Deklarasi Kolaborasi CSR di Jakarta, Hermanus : Harapan Percepatan Pembangunan di Kaltara SPPG Baru di Nunukan Selatan Dibuka, Masyarakat Boleh Kritik, Tapi Bukan Lewat Medsos Api Berkobar Selama 3 Jam di Perkebunan Warga di Mansapa, Nunukan Selatan, Lebih 2 hektar Lahan Hangus Terbakar

Advertorial

Togap Simangunsong Dinobatkan Sebagai Ketum PPRSAB Periode 2024 – 2029

badge-check


					Togap didaulat sebagai Ketum Parsadaan Pomparan Raja Simangunsong Anak Dohot Boruna (PPRSAB), se-Indonesia, periode 2024-2029, Perbesar

Togap didaulat sebagai Ketum Parsadaan Pomparan Raja Simangunsong Anak Dohot Boruna (PPRSAB), se-Indonesia, periode 2024-2029,

TOBA, infoSTI – Pjs. Gubernur Kalimantan Utara, Togap Simangunsong, ditunjuk sebagai Ketua Umum (Ketum) Parsadaan Pomparan Raja Simangunsong Anak Dohot Boruna (PPRSAB), se-Indonesia, periode 2024-2029 melalui Musyawarah Nasional (Munas), yang digelar di Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Sabtu (26/10/2024).

Kegiatan Munas tersebut merupakan salah satu rangkaian pesta ulang tahun yang dilaksanakan oleh keturunan Raja Simangunsong setiap 5 tahun sekali.

Tahun ini, rangkaian pesta ulang tahun dilaksanakan selama 2 hari. Mulai tanggal 26-27 Oktober 2024, di Lumbun Bul-Bul Balige.

Acara, diawali dengan ziarah ke makam Raja Simangunsong dan Nagabaling.

Dilanjutkan Munas, panortoron, ibadah kebaktian, hingga prosesi serah terima kepengurusan kepada pengurus PPRSAB periode 2024-2029.

Togap, mendapatkan amanah sebagai Ketum PPRSAB se-Indonesia, setelah melalui proses Munas, yang diikuti oleh perwakilan pengurus DPW PPRSAB dari daerah masing-masing.

Selain bertujuan untuk memilih pengurus baru, pesta ulang tahun yang dalam istilah batak disebut Pesta Partangiangan, bertujuan sebagai wujud syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas berkat yang diterima selama ini.

Partangiangan, juga merupakan wujud do’a, agar semakin ditambahkan berkat kepada seluruh Pomparan Raja Simangunsong dimanapun berada.

Sumber berita : DKISP Kaltara.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial