NUNUKAN, infoSTI – Anggota DPRD Kaltara, Rismanto, mengusulkan adanya Pelabuhan/Dermaga Sembako, untuk wilayah pedalaman Nunukan, khususnya di Kecamatan Sebuku.
Usulan tersebut, ia suarakan dalam Rapat Penyusunan Perda RTRW Kaltara, karena keberadaan pelabuhan sembako di perbatasan Indonesia memiliki peran yang sangat krusial dan strategis, tidak hanya untuk distribusi barang, tetapi juga sebagai penopang kedaulatan negara.
Rismanto menegaskan, mengapa Pelabuhan Sembako di wilayah perbatasan, khususnya Kecamatan Sebuku sangat vital.
‘’Selama ini, masyarakat kita di pelosok, di pedalaman sana, selalu kesulitan untuk pemenuhan Sembako. Jarak belanja jauh, dan harganya mahal,’’ ujarnya, ditemui Minggu (10/5/2026).
Dengan keberadaan Pelabuhan Sembako di Sebuku, interkoneksi wilayah, mulai Seimanggaris, Sembakung, Tulin Onsoi lebih dekat dan terjangkau.
Alhasil, harga dan kebutuhan Sembako tidak lagi mengalami disparitas yang terlalu tinggi.
‘’Kehadiran pelabuhan memudahkan pasokan bahan pokok (sembako) dari wilayah lain, sehingga mencegah kelangkaan dan menstabilkan harga yang tinggi akibat mahalnya biaya logistic,’’ kata dia.
Selain itu, keberadaan Pelabuhan sembako mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja baru, seperti jasa bongkar muat, transportasi, dan usaha warung di sekitar dermaga.
Pelabuhan berfungsi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir, menghubungkan daerah terluar dengan pusat-pusat perdagangan, terutama melalui program seperti Tol Laut.
‘’Dengan kelancaran pasokan dari dalam negeri, masyarakat perbatasan tidak perlu bergantung pada produk impor dari negara tetangga, sehingga memperkuat kemandirian ekonomi,’’ tegasnya.
Dan yang paling penting, lanjutnya, pelabuhan di perbatasan, menjadi bukti konkret kehadiran negara (fungsi pelayanan) dalam menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi pintu gerbang logistik yang aman.
‘’Pada intinya, pelabuhan sembako berperan sebagai mata rantai vital yang memastikan stabilitas pangan, ekonomi, dan sosial di wilayah perbatasan Indonesia,’’ tutup Rismanto.











