NUNUKAN, infoSTI – Sebuah Ruko yang difungsikan sebagai Gudang Rokok, di Jalan TVRI, RT 002 Nunukan, Kalimantan Utara, terbakar, Sabtu (9/5/2026) malam.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Wahyudi Kawariyin, mengatakan, laporan peristiwa yang menghanguskan bangunan dua lantai berukuran 4 x 20 meter tersebut diterima sekitar pukul 21.30 wita.
‘’Mengingat lokasi kebakaran di kawasan padat, Damkar menurunkan delapan unit mobil pemadam kebakaran. Enam unit dari Mako Utama dan dua unit dari Sektor Tanah Merah,’’ ujarnya, melalui pesan tertulis, Minggu (10/5/2026).
Informasi yang diperoleh petugas, bangunan Ruko tersebut merupakan milik warga bernama Awie dan disewakan kepada agen distributor rokok, PT Primantara Indah Makmur.
Petugas Damkar langsung bergerak ke lokasi kebakaran, mengisolir kobaran api agar tak merambat dan meluas ke bangunan lain, serta konsentrasi memadamkan titik api.
“Proses pemadaman berlangsung sekitar setengah jam, dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam sekitar satu setengah jam,” jelas Wahyudi.
Dari keterangan karyawan Gudang Rokok, Saiful Amin (37), saat ia hendak membuang sampah plastik sebelum pulang kerja, percikan api muncul dari deretan kayu dekat lampu di dalam gedung.
Ia berusaha menyiramkan air ke percikan api tersebut, namun tak padam. Iapun berlari ke lantai dua untuk mengambil apar, namun ia tak bisa menggunakan alat tersebut.
‘’Iapun bergegas keluar Ruko untuk meminta tolong penjaga Toko Villa Parfum di sebelahnya untuk membantu menggunakan apar,’’ tutur Wahyudi.
Kendati dua buah apar sudah disemprotkan habis, api yang kadung membesar menimbulkan asap tebal yang memenuhi Ruko dan semakin tak terkendali. Keduanya segera menghubungi Petugas Damkar.
‘’Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Untuk jumlah kerugian materi masih dalam proses penghitungan,’’ kata Wahyudi.
Dua petugas Damkar lemas terpapar asap
Meskipun tidak ada korban jiwa, dua petugas pemadam kebakaran, Mustari dan Frengky Toding, nyaris pingsan karena menghirup asap.
Walau keduanya mengenakan masker, paparan asap hitam pekat yang dihasilkan dari tumpukan rokok yang terbakar, tak terhindari.
Keduanya mengalami sesak napas dan dibawa keluar area kebakaran untuk mendapatkan perawatan.
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) yang siaga di tempat kebakaran, bergerak cepat, langsung melakukan tindakan untuk membantu korban mendapatkan perawatan medis.
‘’Setelah mendapat perawatan, kedua petugas tersebut beristirahat sejenak. Kondisi keduanya berangsur membaik dan pulih seperti semula,’’ kata Wahyudi.











