Menu

Mode Gelap
Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup, 31 Sekolah di Perbatasan Tak Lagi Terima MBG Cerita Sejumlah Korban Investasi Bodong di Nunukan, Uang Rp 75 Juta Tak Kembali, Ramai Ramai Buat Laporan Polisi Mengaku Sakit Hati Pada Bos, Karyawan Gudang Sembako Curi Uang Majikan Lewat SMS Banking Dorong Transformasi Ekonomi Daerah, Bupati Nunukan Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Luncurkan Kredit Mikro UMKM Candu Narkoba, Dua Warga Pulau Sebatik Nekat Menjadi Ninja Sawit Gereja Katolik Santo Yosep di Pedalaman Nunukan Habis Terbakar

Advertorial

Komisi IV DPRD Kaltara Gelar RDP Bersama Baznas, Bahas Minimnya Biaya Operasional Baznas

badge-check


					Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas persoalan beban operasional yang belum terpenuhi, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Senin (4/5/2026).  Dok.DPRD Kaltara. Perbesar

Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas persoalan beban operasional yang belum terpenuhi, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Senin (4/5/2026). Dok.DPRD Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas persoalan beban operasional yang belum terpenuhi, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Senin (4/5/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi IV, Syamsuddin Arfah, didampingi Ruman Tumbo dan Listiyani. Turut hadir perwakilan OPD, antara lain, Biro Kesra, Biro Hukum, dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Baznas menyampaikan berbagai persoalan mendasar, terkait belum optimalnya dukungan pembiayaan operasional sebagaimana diatur dalam regulasi, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014.

Belum adanya kejelasan dukungan pembiayaan sejak awal kepengurusan, sehingga terpaksa menggunakan dana pinjaman yang berdampak pada munculnya utang lembaga.

Minimnya pembinaan dan pengawasan juga menjadi sorotan.

Pihak OPD menjelaskan, bantuan selama ini diberikan melalui hibah, namun masih terbatas karena kemampuan keuangan daerah.

Syamsuddin Arfah menegaskan pentingnya kejelasan regulasi dan berkomitmen mendorong solusi agar pendanaan operasional Baznas dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

‘’RDP ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menyelesaikan persoalan yang selama ini menghambat optimalisasi peran Baznas dalam pengelolaan zakat di Provinsi Kalimantan Utara,’’ ujarnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial