Menu

Mode Gelap
Apresiasi Perekrutan Pemuda Dayak Sebagai TNI, DPRD Nunukan Berharap Kodim 0911 Programkan TNI Mengajar Narasi Larangan Buka Lahan dengan Membakar, ‘Arogansi Intelektual’ yang Mendiskreditkan Masyarakat Adat Dayak HUT TNI AL 81, LANAL Nunukan Perkuat Sinergy Bersama Masyarakat Pesisir Kodim 0911 Nunukan Lakukan Perekrutan Khusus Suku Dayak Untuk Calon Anggota TNI Lansia 63 Tahun Tinggal di Rumah Kayu Lapuk Tapi Terdata Sebagai Desil 6-10, Anggota DPRD Nunukan Meradang Tergoda Khasiat Minyak Lintah, Pelajar SMP di Nunukan Malah Jadi korban Cabul Oknum PPPK

Advertorial

Apresiasi Perekrutan Pemuda Dayak Sebagai TNI, DPRD Nunukan Berharap Kodim 0911 Programkan TNI Mengajar

badge-check


					Kodim 0911/Nunukan mengumumkan perekrutan khusus Pemuda Dayak sebagai Caba maupun Cata TNI AD. Dok.Kodim 0911/Nunukan. Perbesar

Kodim 0911/Nunukan mengumumkan perekrutan khusus Pemuda Dayak sebagai Caba maupun Cata TNI AD. Dok.Kodim 0911/Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Anggota DPRD Nunukan, Rian Antoni mengapresiasi perekrutan khusus pemuda Dayak untuk menjadi Calon Bintara (Caba) maupun Calon Tamtama (Cata) TNI AD yang dilakukan Kodim 0911/Nunukan.

Terlebih para Caba atau Cata dari Suku Dayak, diberi pengecualian tentang ketatnya larangan tato, dan menambah usia maksimal dari persaratan normal pendaftar maksimal 22 tahun menjadi 26 tahun.

‘’Apreciate untuk Kodim 0911 Nunukan. Namun ada yang menjadi catatan kami, informasi ini belum tersebar dengan baik, khususnya anak anak kami yang di pelosok dan pedalaman Nunukan,’’ ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Rian menambahkan, sebaiknya, informasi ini disebarkan ke setiap Kecamatan, sehingga Camat akan melanjutkannya ke tingkatan terbawah.

Kendala penyebaran info perekrutan TNI AD bagi pemuda Dayak, sebatas melalui spanduk yang terpasang di Koramil.

‘’Memang seharusnya ada sosialisasi yang gencar dilakukan melibatkan pihak ketiga. Kurangnya waktu persiapan menjadi salah satu faktor keluarga Dayak kurang minat dengan kabar bahagia tersebut,’’ sesal Rian.

Tak bisa dipungkiri, isu negatif terkait perekrutan aparatur negara berbayar, khususnya TNI/POLRI, menjadikan masyarakat perbatasan RI – Malaysia skeptis.

‘’Butuh ada Bhabinsa yang pro aktif turun ke masyarakat. Mengumumkan perekrutan dan menjernihkan isu negatif yang selama ini berkembang luas di kalangan masyarakat,’’ lanjut Rian.

Rian meminta Dandim 0911/Nunukan membuat sebuah program khusus seperti Tentara Mengajar, untuk mempersiapkan anak anak pedalaman yang bakal direkrut, baik secara fisik, mental maupun intelektual.

Selama ini, anak anak pedalaman memiliki kondisi serba terbatas, dimana kualitas pendidikan mereka berbeda dengan anak anak kota.

Informasi detail seperti harus suntik parises tiga kali setahun, dan info penting lain, masih banyak yang tak mereka ketahui.

‘’ Minimal setahun sebelum perekrutan, anak anak kami diberi pembekalan, diberi bimbel dan kisi kisi soal yang berpotensi muncul sebagai materi ujian. Kami siap biayai itu, mulai tiket pesawat dan konsumsi, kami Lembaga Adat yang siapkan,’’ kata Rian lagi.

Sejauh ini, banyak anak anak Dayak gugur dan tak lolos seleksi karena minim persiapan.

Selain itu, Rian menyesalkan diskriminasi terhadap anak anak Dayak yang masih terjadi. Sampai hari ini penerimaan Polisi dan Security, melarang keras tato maupun tindik telinga.

‘’Sementara anak anak kami mengekspresikan diri karena kebanggaannya sebagai Suku Dayak. Mereka bertato dan mengadopsi simbol Dayak,’’ kata dia.

Anak anak Dayak, lanjutnya, memiliki fisik yang mumpuni karena sering berjalan jauh dan berburu di kedalaman hutan. Ini memberi mereka keuntungan untuk survive di hutan saat gerilya dilakukan.

‘’Berbanding terbalik dengan teman teman aparat ketika sudah jadi TNI – POLRI, mereka boleh bertato, boleh tindik. Anak anak intel banyak sekali berpenampilan demikian. Kenapa anak anak kami dilarang,’’ tanyanya.

Masalah inipun pernah disampaikan Rian ke Kapolres Nunukan. Termasuk keluhan penolakan lowongan sekolah Security.

‘’Pengecualian tato dalam perekrutan TNI AD bisa menjadi awal yang baik atas diskriminasi anak anak Dayak terkait tato dan tindik,’’ kata Rian.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial