Menu

Mode Gelap
Apresiasi Perekrutan Pemuda Dayak Sebagai TNI, DPRD Nunukan Berharap Kodim 0911 Programkan TNI Mengajar Narasi Larangan Buka Lahan dengan Membakar, ‘Arogansi Intelektual’ yang Mendiskreditkan Masyarakat Adat Dayak HUT TNI AL 81, LANAL Nunukan Perkuat Sinergy Bersama Masyarakat Pesisir Kodim 0911 Nunukan Lakukan Perekrutan Khusus Suku Dayak Untuk Calon Anggota TNI Lansia 63 Tahun Tinggal di Rumah Kayu Lapuk Tapi Terdata Sebagai Desil 6-10, Anggota DPRD Nunukan Meradang Tergoda Khasiat Minyak Lintah, Pelajar SMP di Nunukan Malah Jadi korban Cabul Oknum PPPK

Nunukan

HUT TNI AL 81, LANAL Nunukan Perkuat Sinergy Bersama Masyarakat Pesisir

badge-check


					Bersih bersih pantai oleh Prajurit Lanal Nunukan. Giat ini menjadi rangkaian peringatan HUT TNI AL 81 Tahun. Dok.Penerangan LANAL Nunukan. Perbesar

Bersih bersih pantai oleh Prajurit Lanal Nunukan. Giat ini menjadi rangkaian peringatan HUT TNI AL 81 Tahun. Dok.Penerangan LANAL Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Danlanal Nunukan, Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi, memimpin Upacara HUT TNI AL 81, di Lapangan Apel Dwikora, Mako LANAL Nunukan, Rabu (10/9/2026).

Pada HUT TNI AL yang mengambil tema ‘Aku Cinta Laut’ ini, ia menegaskan, ketahanan maritim tidak hanya berbicara mengenai keamanan laut, tetapi juga mengenai bagaimana kita memastikan laut tetap sehat, masyarakat pesisir memiliki daya hidup dan ekonomi yang kuat, serta seluruh pemangku kepentingan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan kawasan.

“Aku Cinta Laut menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Melalui kegiatan bersih-bersih pantai dan laut, TNI AL mendorong kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan maritim.

Di bidang sosial, TNI AL hadir melalui kegiatan makan bergizi gratis, bakti sosial, serta penyaluran sembilan bahan pokok kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di bidang kesehatan, pelayanan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan secara gratis dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sementara di bidang ekonomi, TNI AL mendorong kemandirian masyarakat melalui edukasi budidaya ikan serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Ia melanjutkan, 81 tahun merupakan perjalanan panjang yang sarat dengan sejarah, pengabdian, dan pengorbanan.

Karena itu, peringatan hari jadi tidak cukup dimaknai sebagai momentum untuk mengenang masa lalu, tetapi harus menjadi sarana refleksi untuk melihat secara objektif posisi TNI Angkatan Laut saat ini.

“Laut bagi Indonesia bukan hanya wilayah perairan, tetapi merupakan ruang kedaulatan, penghubung antardaerah, jalur perdagangan dan komunikasi, sumber daya serta energi, sekaligus ruang strategis yang menentukan kepentingan nasional dan posisi Indonesia dalam konektivitas global,” kata dia.

Membacakan amanah KASAL, TNI AL diwajibkan memahami dinamika lingkungan strategis global dan kawasan semakin kompleks.

Persaingan antarnegara semakin tajam, kondisi geopolitik semakin dinamis, dan kepentingan berbagai negara semakin banyak beririsan di laut.

Hal tersebut menjadikan ruang maritim sebagai arena interaksi strategis yang sangat dinamis dan penuh tantangan.

Pada saat yang sama, batas antara kondisi damai, krisis, dan konflik semakin sulit dibedakan.

Tekanan terhadap suatu negara dapat dilakukan melalui berbagai bentuk, mulai dari perang informasi, serangan siber, tekanan ekonomi, gangguan terhadap infrastruktur strategis, aktivitas grey zone, hingga penggunaan kekuatan militer secara terbuka.

Di sisi lain, perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan, sistem tanpa awak, sensor dan senjata jarak jauh, pengolahan data, serta sistem informasi, telah mengubah cara suatu negara dalam mengamati, memahami situasi, mengambil keputusan, dan bertindak di medan operasi.

“Kondisi tersebut memberikan pesan yang jelas kepada kita semua bahwa TNI Angkatan Laut harus terus bertransformasi dan berinovasi. Kita tidak boleh menghadapi tantangan masa depan dengan pola pikir dan cara kerja masa lalu,” lanjutnya.

Transformasi melalui modernisasi alat utama sistem senjata tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan kekuatan.

Penambahan berbagai Alutsista, termasuk kapal induk yang dalam waktu dekat akan tiba di tanah air, diharapkan dapat meningkatkan daya tangkal, kemampuan operasi, profesionalisme prajurit, serta interoperabilitas dan integrasi antar-matra TNI.

Namun demikian, kita harus memahami bahwa Alutsista hanyalah salah satu faktor dalam membangun kapabilitas pertahanan.

“Kekuatan yang tangguh juga membutuhkan prajurit yang kompeten, doktrin dan organisasi yang relevan, sistem komando dan kendali yang efektif, jaringan informasi yang terintegrasi, serta dukungan logistik yang mampu menjamin keberlanjutan operasi,” katanya lagi.

Dinamika situasi terkini juga menuntut kita memperluas pemahaman tentang kesiapsiagaan.

Ancaman terhadap keamanan dan ketahanan nasional tidak selalu berbentuk konflik militer.

Perubahan iklim, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi gunung berapi, maupun bencana alam lainnya dapat mengganggu rantai pasok dan distribusi logistik serta berpotensi menimbulkan krisis sosial yang menuntut kehadiran negara secara cepat dan tepat.

KASAL memerintahkan seluruh prajurit dan satuan TNI Angkatan Laut beserta Alutsistanya untuk senantiasa siap dikerahkan dalam membantu negara dan masyarakat setiap saat.

Kesiapsiagaan harus dibangun untuk menghadapi spektrum tugas yang semakin luas dan beragam.

“Inilah hakikat kesiapsiagaan yang harus kita bangun, yaitu kesiapan seluruh prajurit dan satuan beserta Alutsista untuk melaksanakan tugas sesuai fungsi dan perannya di seluruh spektrum operasi,” tutup Slamet.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan