Menu

Mode Gelap
Sebuah Perahu Kayu Bermuatan Beras dan Air Mineral Untuk Warga Perbatasan, Karam di Perairan Malaysia Ratusan Botol Miras Ilegal Ditinggalkan Dua Penyelundup Miras yang Kabur ke Malaysia Karena Dikejar Prajurit TNI Pura Pura Jadi Pembeli dan Minta Air Panas, Laki Laki 52 Tahun Curi Hp Anak Pemilik Warung Makan Harga Rumput Laut di Nunukan Naik Menjadi Rp 17.000 Per Kg, Kadar Kekeringan dan Limbah Botol Bekas Jadi Catatan Marak Pencurian Kabel Listrik di Nunukan, Rumah Warga Hingga Penampungan Sementara Bagi eks TKI Jadi Sasaran Berkas Dugaan Korupsi Koperasi PNS di Nunukan Tak Kunjung P19, Dua Tersangka Dikeluarkan dari Tahanan

Kaltara

Sebuah Perahu Kayu Bermuatan Beras dan Air Mineral Untuk Warga Perbatasan, Karam di Perairan Malaysia

badge-check


					Upaya penyelematan dua ABK kapal jongkong bermuatan beras dan air mineral yang karam di Perairan Sungai Melayu, Kamis (17/4/2026). Perbesar

Upaya penyelematan dua ABK kapal jongkong bermuatan beras dan air mineral yang karam di Perairan Sungai Melayu, Kamis (17/4/2026).

NUNUKAN, infoSTI – Sebuah perahu kayu/long boat, milik warga Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, karam di Perairan Sungai Melayu, Malaysia, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 20.00 wita.

Kapal jongkong tersebut, karam saat memuat beras dan air mineral dari Malaysia, untuk kebutuhan warga Pulau Sebatik.

‘’Laka laut tersebut terjadi di wilayah Malaysia,’’ ujar Kapolsek Sebatik Timur, AKP Jounanda Wibowo Kusno, dihubungi Jumat (17/4/2026).

Jounanda tak menjelaskan secara rinci kronologis kejadian tersebut.

Namun dari penelusuran wartawan di lapangan, terdapat dua ABK di kapal dengan mesin ganda 40 PK, milik Haji Emi, yang merupakan salah satu pengusaha terkenal di Pulau Sebatik tersebut.

Masing masing, Abdul Rahman (31) yang merupakan motoris kapal, warga Jalan Pasar Minggu, RT 012, RW 02, Desa Aji Kuning, Sebatik Tengah.

Dan seorang ABK bernama Sanu (63) warga Gang Haji Hamidah, RT 03, RW 03, Desa Sungai Pancang, Sebatik Utara.

Kecelakaan berawal dari kapal jongkong yang dinakhodai Abdul Rahman, berlayar dari Tawau, Malaysia, menuju Pulau Sebatik.

Kapal tersebut membawa muatan seberat 23 ton, terdiri dari beras sebanyak 1500 karung dan air mineral sebanyak 530 dus.

Saat kapal berada di Perairan Sungai Melayu tak jauh dari Perairan Sebatik, tiba tiba mengalami gangguan mesin.

Tak hanya mesin kapal yang mati, bahkan mesin alkon (pompa air), juga tidak berfungsi.

Gelombang kuat, terus menghantam kapal, sehingga air laut masuk dan terus membanjiri geladak, hingga mulai menenggelamkan kapal.

Nakhoda segera menghubungi temannya, seorang motoris speed boat di Sebatik, untuk meminta pertolongan.

Kedua ABK tersebut, kemudian mencoba bertahan dengan menggunakan pelampung keselamatan.

Tak lama kemudian, keduanya berhasil diselamatkan motoris speed boat yang dihubungi sebelumnya.

Sementara kapal jongkong yang mereka naiki, karam bersama sebagian besar muatan.

Informasi terakhir yang diperoleh wartawan, kapal tersebut ditarik masyarakat dan para nelayan ke daratan untuk diperbaiki.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara