Menu

Mode Gelap
Atlet Fitness Nunukan Tampil Dalam Pelantikan PERBAFI, Pemanasan Jelang Porprov Kaltara 2026 di Malinau Penggerebekan Diduga Bocor, Polisi Bakar Arena Sabung Ayam Tanjung Cantik RDP Menyoal Asrama dan Beasiswa Tanpa Hasil, DPRD Kecewa Mahasiswa Tinggalkan Ruang Rapat Tanpa Mau Dengar Penjelasan Jumlah Anak Tak Sekolah di Nunukan Mencapai Lebih 5000 Anak, DPRD Desak Pemda Perbanyak Sekolah Paket Anak Pedalaman Lumbis Berangkat Sekolah Dengan Bertaruh Nyawa, DPRD Usulkan Pengadaan Long Boat Layak Banyak Guru Mengajar Tak Sesuai SK Penempatan, DPRD Nunukan Sentil Dinas Pendidikan

Kaltara

Diserang Buaya Saat Mencuci Tali Rumput Laut, Seorang Nelayan di Nunukan Berhasil Selamat

badge-check


					Petugas melihat lokasi serangan buaya terhadap Ismail, salah seorang nelayan warga Nunukan Selatan. Dok.Polres Nunukan. Perbesar

Petugas melihat lokasi serangan buaya terhadap Ismail, salah seorang nelayan warga Nunukan Selatan. Dok.Polres Nunukan.

.NUNUKAN, infoSTI – Seorang nelayan di Nunukan, Kalimantan Utara, tiba tiba diserang buaya saat mencuci tali rumput laut di Sungai Mansapa, Nunukan Selatan, Minggu (22/3/2026).

Akibat serangan tersebut, tangan kiri korban mengalami luka gigitan dan harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan mengatakan, korban serangan buaya, adalah Ismail (45), warga Jalan Laning, RT 06, Mansapa, Nunukan Selatan.

Korban diserang buaya, saat sedang mencuci tali rumput laut, di aliran Sungai Mansapa, sekitar pukul 10.00 wita.

“Korban sempat diteriaki temannya, diminta cepat naik ke darat karena ada buaya ” ujar Sunarwan, dihubungi, Senin (23/3/2026).

Meski sudah berusaha secepat mungkin keluar dari sungai, buaya sempat menyambar tangan kiri Ismail.

Melihat keadaan tersebut, teman Ismail segera memukul moncong buaya dengan kayu, sehingga predator ganas yang dikenal masyarakat Mamolok sebagai ‘Bolang’ itupun melepaskan gigitannya.

“Tangan sebelah kiri korban mengalami luka, terdapat beberapa bekas gigitan buaya,” jelas Sunarwan.

Luka tersebut kemudian dibalut menggunakan sarung, Ismailpun segera dilarikan ke Puskesmas Sedadap menggunakan sepeda motor.

“Karena lukanya lumayan parah, korban dirujuk ke RSUD Nunukan,” katanya lagi.

Kejadian inipun memicu komentar panjang masyarakat melalui Medsos.
Masyarakat meminta Pemerintah Daerah segera mencarikan solusi atas banyaknya habitat buaya di Nunukan Selatan.

Apalagi peristiwa serangan buaya, sudah sangat sering terjadi.

Sebelumnya, Ketua RT setempat, Habir juga mengakui, keberadaan buaya di wilayahnya, menjadi keresahan masyarakat yang mayoritas nelayan dan pekerja rumput laut.

Kendati demikian, warga takut ditangkap petugas ketika membunuh buaya.

‘’Kami takut bertindak. Kalau membunuh binatang dilindungi bisa dipenjara. Tapi kalau nyawa buaya dilindungi, masa nyawa manusia tidak. Mana lebih penting,’’ kata Habir.

Ia menuturkan, peristiwa serangan buaya di sekitar Sungai Mamolok, sudah sangat sering terjadi.

Bulan Januari 2025 saja, sudah terjadi 5 kali serangan buaya. Dan ada juga anak anak yang diserang buaya cukup besar, dengan lebar punggung sekitar 60 cm.

‘’Tahun lalu juga sering terjadi serangan buaya. Tapi jumlahnya kami tidak hitung. Yang jelas ini sudah menjadi ancaman keselamatan masyarakat,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara