NUNUKAN, infoSTI – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Ladullah, mengajak para siswa SMP sederajat yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA sederajat, supaya memanfaatkan keberadaan Sekolah Garuda Kaltara.
La Dullah menjelaskan, Sekolah Garuda, merupakan inisiatif pendidikan nasional unggulan yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi berdaya saing global di bidangsains, teknologi (STEM), dan kepemimpinan.
Pembangunan Sekolah Unggul Garuda ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan berkualitas serta mencetak generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global dan melanjutkan studi ke perguruan tinggi internasional terkemuka seperti Massachusetts Institute of Technology, Harvard University, dan Stanford University.
Adapun sekolah Garuda di Kaltara, dibangun di atas lahan seluas 20 hektare di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM), Bulungan.
“Sekolah unggulan Garuda yang berlokasi di Bulungan, Kaltara akan mulai melaksanakan kegiatan berlajar dan mengajar mulai tahun 2026,” kata Ladullah, Sabtu (14/03/2026).
La Dullah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah menghadirkan sekolah garuda di Kaltara.
Kebijakan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan negara.
“Ini kesempatan baik bagi anak-anak Kaltara. Kita berharap para siswa berprestasi dari berbagai daerah di Kaltara dapat mendaftarkan dirinya,” imbuhnya.
La Dullah juga menegaskan agar para orang tua tidak khawatir untuk urusan biaya.
‘’Status sekolah Garuda bertaraf internasional, dan ini merupakan peluang besar bagi generasi muda di daerah perbatasan untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa harus keluar daerah karena seluruh kegiatan pendidikan dibiayai negara,’’ tegasnya.
Untuk diketahui, Pemerintah sejak tahun 2025 telah mempersiapkan rencana pembangun sekolah unggul yang penempatannya berada empat daerah di Indonesia, yaitu Kaltara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Belitung Timur.
Sekolah ini dirancang sebagai institusi pendidikan bertaraf internasional berfokus pada pengembangan sains, teknologi, serta penguatan karakter kebangsaan.
Sekolah unggulan ini menargetkan siswa-siswa berprestasi dengan fasilitas pendidikan yang disediakan secara gratis. Begitu pula untuk Kurikulum yang diterapkan menggabungkan standar pendidikan nasional dengan standar global.
Pembangunan sekolah bersumber dari APBN dengan anggaran mencapai Rp233 miliar hingga Rp350 miliar. Pemerintah menargetkan pembangunan rampung dan siap menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026.
Konsep yang diusung adalah sekolah berasrama dengan fasilitas modern, termasuk laboratorium sains dan teknologi serta sistem pembelajaran yang intensif.
Pengelolaannya berada di bawah pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan sistem seleksi nasional yang tetap memberikan kuota khusus bagi masyarakat lokal.











