Menu

Mode Gelap
Jumlah Kunjungan Wisman ke Nunukan Turun, BPS Nunukan : Catatan Bagi Pemda Untuk Meningkatkan Sektor Pariwisata Ganti Rugi Lahan 40 Warga Terdampak Pembangunan Embung Lapri Tak Kunjung Terbayar, Pemkab Nunukan Minta BPN ‘Bekerjasama’   Harga BBM Malaysia Naik, Pemkab Nunukan Ajukan Permohonan Penambahan Kuota Ke Pertamina BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK yang Cabuli Balita Tiga Tahun dan Oknum Satpol PP Pecandu Narkoba PDAM Berlakukan Distribusi Air Bergilir, Penjual Air Keliling di Nunukan ‘Panen Cuan’ Hingga Jutaan Rupiah Bupati Nunukan Irwan Sabri Serahkan LKPD Tahun Anggaran 2025 ke BPK

Kaltara

TNI AL dan Bea Cukai Nunukan Gagalkan Penyelundupan Barang Barang Fashion dengan Merk Branded dari Malaysia

badge-check


					Prajurit LANAL Nunukan bersama Petugas Pabean mengamankan sejumlah barang branded selundupan dari KM Cahaya Jamaker. Sabtu (14/2/2026) malam. Dok.Penerangan LANAL Nunukan. Perbesar

Prajurit LANAL Nunukan bersama Petugas Pabean mengamankan sejumlah barang branded selundupan dari KM Cahaya Jamaker. Sabtu (14/2/2026) malam. Dok.Penerangan LANAL Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Tim Quick Response, Pangkalan TNI AL bersama Bea Cukai Nunukan, Kalimantan Utara, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tas, sepatu, serta berbagai barang branded asal Tawau, Malaysia, Sabtu (14/02/2026).

Barang dengan merk mewah tersebut, diamankan dari KM Cahaya Jamaker dengan mesin GT 28, yang bersandar di Pangkalan Tradisional, Jamaker.

Danlanal Nunukan, Kolonel Laut (P) Primayantha Maulana Malik mengungkapkan, pasca menerima informasi terkait rencana pengiriman barang-barang branded dari wilayah Simpang Tiga, Malaysia, menuju Nunukan melalui jalur laut, LANAL Nunukan berkoordinasi bersama Bea Cukai Nunukan untuk penindakan.

Setelah melakukan pengintaian dan mendapatkan target buruan, Tim Gabungan kemudian memeriksa KM Cahaya Jamaker, yang telah bersandar di Pangkalan Tradisional Jamaker.

Petugas menemukan 4 kardus besar dan 2 koper yang berisi berbagai barang branded tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan yang sah dalam pemeriksaan tersebut.

‘’Petugas kami menemukan tas, sepatu, dompet, jam tangan, hijab, parfum, hingga produk fashion dan aksesoris lainnya dari berbagai merek internasional maupun regional ternama, antara lain, Adidas, Nike, Puma, Dior, serta Bonia,’’ urai Primayantha melalui pesan tertulis, Minggu (15/2/2026).

Seluruh barang yang diduga hasil penyelundupan tersebut, diamankan dan dikawal menuju Kantor Bea Cukai Nunukan guna pendataan, serta proses penindakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Prima menegaskan, langkah ini tidak hanya bertujuan untuk penegakan hukum, tetapi juga untuk melindungi penerimaan negara dari potensi kerugian akibat tidak dibayarkannya bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

‘’Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, setiap orang yang memasukkan barang dari luar negeri ke dalam daerah pabean tanpa memenuhi kewajiban kepabeanan, termasuk tanpa pembayaran bea masuk dan pajak, dapat dikenakan sanksi pidana maupun administrasi,’’ kata Primayantha.

Jika dikalkulasikan, total nilai barang selundupan tersebut, sekitar Rp 88.230.903.

Adapun nilai potensi kerugian negara akibat kasus ini, sekitar Rp 41.509.779.

‘’Tindakan tegas terhadap segala praktik penyelundupan, merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang konsisten dalam menjaga tertib niaga dan stabilitas perekonomian nasional, khususnya di wilayah perbatasan,’’ tegasnya.

Prima kembali menegaskan, sinergitas yang terbangun, tidak hanya memperkuat pengawasan maritim, tetapi juga memberikan efek deterrent bagi pelaku penyelundupan.

‘’Sinergi antar istansi, menjadi kunci utama dalam memastikan setiap informasi dapat direspons secara profesional, terarah, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku,’’ tutup Primayantha. (Dzulviqor).

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara