Menu

Mode Gelap
500 Orang PMI dari Malaysia Segera Dideportasi Melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Guru Agama Diduga Dianiaya Kepsek Viral, DPRD Kaltara Berpesan Agar Disdik Nunukan Menjalankan Proses Secara Transparan Kasus Dugaan Bulying dan Penganiayaan Guru Agama di Pulau Sebatik, Bupati Nunukan Rekomendasikan Pemberhentian Kepsek Menanti Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Nunukan, Jaksa : Setelah Hasil BPKP Keluar, Segera Kita Tetapkan   Tabrak Mobil Parkir Hingga Patah Tulang, Pengendara Motor Diduga Dibawah Pengaruh Miras Riuh Kasus Guru SD Diduga Menjadi Korban Bulying Kepala Sekolah, Teman Seangkatan Ramai Ramai Mengecam Tindakan Kepsek

Kaltara

Tim SAR Hentikan Operasi Pencarian Rahmatsyah Setelah Sepekan Pencarian

badge-check


					Tim SAR menutup operasi pencarian Rahmatsyah setelah sepekan pencarian. Dok.SAR Tarakan. Perbesar

Tim SAR menutup operasi pencarian Rahmatsyah setelah sepekan pencarian. Dok.SAR Tarakan.

NUNUKAN, infoSTI – Tim Search and Rescue (SAR), menghentikan operasi pencarian Rahmatsyah, seorang nelayan Pulau Sebatik yang dilaporkan hilang di Perairan Bambangan, pada Kamis (29/1/2026).

Kasi Operasi SAR Tarakan, Dede Hariana mengatakan,operasi pencarian Rahmatsyah, telah dilakukan sejak Rabu (4/2/2026) pukul 15:35 Wita.

“Tim SAR telah melaksanakan pencarian dengan metode visual disekitar lokasi kejadian dengan hasil nihil. Dan atas permintaan keluarga korban, operasi diusulkan untuk ditutup,” ujarnya melalui pesan tertulis.

Diberitakan sebelumnya, seorang nelayan Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, dilaporkan hilang, Kamis (29/1/2026).

Nelayan tersebut, sebelumnya mengambil hasil tangkapan ikan dari perangkap ikan kelong miliknya, di pesisir pantai, RT 05, Desa Bambangan, Sebatik Barat.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan mengungkapkan, nelayan yang dilaporkan hilang, bernama Rahmatsyah (29) warga Jalan Bambangan RT 01, Desa Bambangan, Sebatik Barat.

Selain berprofesi sebagai nelayan, korban juga terdaftar sebagai karyawan PT Sampoerna yang berkantor di Jalan Bambangan RT 03, Sebatik Barat.

‘’Laporan yang kami terima, Rahmatsyah pergi menuju lokasi kelong di pesisir pantai RT 05, Desa Bambangan, pada Rabu 18 Januari 2026 malam. Dia mengendarai sepeda motor,’’ ujar Sunarwan, melalui pesan tertulis.

Sunarwan menduga kuat, selain mengambil ikan yang terperangkap dalam kelong buatannya, kemungkinan Rahmatsyah melakukan aktifitas lain layaknya nelayan ikan, seperti memeriksa kondisi kelong atau melakukan perawatan kelongnya.

Hilangnya Rahmatsyah, diketahui Pamannya, Aswan, yang menyusul ke lokasi pemasangan kelong, Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 07.00 Wita.

‘’Di lokasi kelong, Aswan hanya menemukan hasil ikan yang telah diambil korban, tergeletak begitu saja, serta sebuah senter yang digunakan korban,’’ lanjutnya.

Aswan yang tak menjumpai keponakannya, akhirnya melaporkannya ke Polsek Sebatik Barat untuk sama sama melakukan pencarian.

Hilangnya Rahmatsyah, memicu kehebohan warga sekitar.

Upaya pencarian bahkan melibatkan personel Satgas Pamtas RI – Malaysia, Satgas Marinir Bambangan, Polisi dan warga masyarakat sekitar.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara