Menu

Mode Gelap
Pemkab Nunukan Alokasikan Rp 3 Miliar Untuk Kredit UMKM Tanpa Bunga Dengan Target Pengembalian Maksimal 2 Tahun Pasokan BBM untuk PLTD Terkendala Akses Jalan Rusak, Krayan Terancam Gelap Gulita Biaya Kirim Jauh Lebih Mahal Ketimbang Nilai Bantuan Logistik, BNPB Ditawari Pergeseran Barang Dengan Kerbau   Jerit Tangis Ibu Atlet Panjat Tebing Nunukan Mendengar Vonis Ringan Terhadap Supir Pikap yang Menewaskan Anaknya Seorang IRT di Nunukan Ditangkap Polisi Karena Berusaha Membakar Tetangga, Pelaku Ternyata ODGJ Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara

Kaltara

Pompa Hidrolik di Dermaga Feri Liang Bunyu Rusak, Dishub Nunukan Pastikan Pelayaran Tetap Lancar

badge-check


					Kapal Feri yang melayani pelayaran rute Nunukan - Sebatik. Perbesar

Kapal Feri yang melayani pelayaran rute Nunukan - Sebatik.

NUNUKAN, infoSTI – Sudah dua hari, kondisi pompa hidrolik di dermaga penyeberangan kapal Feri Liang Bunyu, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, mengalami kerusakan.

Akibatnya, jembatan (movable bridge/ramp door) tidak dapat dinaik-turunkan secara normal untuk menyesuaikan posisi dengan dek kapal.

Kendati demikian, Kepala Dinas Perhubungan Nunukan, Abdul Munir memastikan, kerusakan pompa hidrolik di dermaga Feri Liang Bunyu, tak sampai berimbas pada kelumpuhan operasional penyeberangan.

‘’Mungkin kalau keterlambatan jadwal feri, iya. Karena kita harus melihat kondisi pasang surut air laut untuk bongkar muat,’’ ujarnya dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).

Munir menjelaskan, kerusakan hidrolik di Dermaga Feri Liang Bunyu merupakan hal wajar, karena sudah lama tidak ada perawatan.

Saat ini, Pemda Nunukan sudah memesan peralatan untuk mengatasi kerusakan yang terjadi.

‘’Kita sudah pesan alat dan meminta teknisi untuk memperbaiki komponen mekanis seperti pen, piston, atau pompa hidrolik yang lepas/patah,’’ jawabnya.

Munir kembali menegaskan, aktifitas pelayaran tetap normal seperti biasa. Bedanya hanya pada jadwal pelayaran yang harus menunggu kondisi pasang surut air laut.

‘’Kita targetkan seminggu untuk perbaikan. Semoga alat segera datang, sehingga kita segera lakukan perbaikan,’’ kata Munir.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara