Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Advertorial

Sebanyak 24 Desa di Wilayah 3T Mulai Teraliri Listrik Melalui Program Kaltara Terang

badge-check


					Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang saat mencoba menyalakan listrik di salah satu wilayah 3T yang baru terpasangi jaringan PLN. Dok.ESDM Kaltara. Perbesar

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang saat mencoba menyalakan listrik di salah satu wilayah 3T yang baru terpasangi jaringan PLN. Dok.ESDM Kaltara.

BULUNGAN, infoSTI – Pemerintah Provinsi Kaltara, terus berkomitmen agar masyarakat, khususnya di daerah 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar), bisa mendapatkan pelayanan energi listrik dari pemerintah, melalui program Kaltara Terang.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Ir. Yosua Batara Payangan menjelaskan, di tahun 2025 sebanyak 24 desa sudah teraliri listrik.

‘’Di 2025 ini ada 115 desa belum berlistrik masuk dalam target kita. Dan sampai saat ini sudah ada sekitar 24 desa yang sudah mendapatkan penyediaan tenaga listrik melalui PT PLN,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).

Yoshua menegaskan, Pemerintah Provinsi Kaltara berkomitmen akan terus berupaya memenuhi kebutuhan energi listrik untuk daerah – daerah pedalaman dan perbatasan.

Pemerintah sudah memprogram Kaltara Terang, yang menjadi wujud nyata pemerintah daerah untuk penyediaan listrik masyarakat melalui kolaborasi bersama PT PLN, dan pihak Swasta.

Melalui program ini, masyarakat bisa merasakan langsung dampaknya bahwa negara hadir di tengah berbagai kendala penyediaan energi listrik di wilayah pedalaman dan perbatasan.

Listrik akan menerangi malam untuk belajar dan keamanan, menggerakkan ekonomi lewat usaha mikro (mesin jahit, pendingin ikan), mengoptimalkan fasilitas publik (puskesmas, sekolah, pompa air), membuka akses informasi (internet/telepon), dan mendukung kesejahteraan serta kecerdasan anak-anak, mengubah keterbatasan menjadi peluang pengembangan berkelanjutan. 

‘’Melalui program Kaltara Terang ini, kita berharap banyak agar ekonomi dan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat,’’ kata dia.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial