Menu

Mode Gelap
Harga TBS Kelapa Sawit Kaltara Ditetapkan Rp 3.362.Kg, Bupati Nunukan Warning Pabrik Patuhi Harga yang Disepakati Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Pidana Umum Periode Februari – April 2026 Prihatin Nasib Anak Sekolah di Tapal Batas, Pemda Nunukan dan TNI Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Harga Sembako di Perbatasan RI – Malaysia Alami Kenaikan Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Inflasi Tahunan Nunukan Sebesar 2,03 Persen, Kelompok Perawatan Pribadi Mencatatkan Kenaikan Tertinggi Cerita Murid Sekolah Tapal Batas, Nekat Seberangi Sungai Banjir Demi Ujian Semester, Nikmati MBG di Pinggir Kali Karena Jembatan Ambruk

Advertorial

Pemprov Kaltara Mendorong Program CSR Fokus Pada Upaya Menghidupkan Potensi Ekonomi Lokal

badge-check


					Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di sektor pertambangan dan energi di Kalimantan Utara (Kaltara), didorong untuk lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi lokal. Dok.ESDM Kaltara. Perbesar

Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di sektor pertambangan dan energi di Kalimantan Utara (Kaltara), didorong untuk lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi lokal. Dok.ESDM Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di sektor pertambangan dan energi di Kalimantan Utara (Kaltara), didorong untuk lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi lokal.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Yosua Batara Payangan mengatakan, hal ini sejalan dengan harapan Gubernur Kaltara agar program CSR betul-betul dinikmati masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian mereka.

“Pemerintah Provinsi Kaltara menggelar inisiatif ‘Energi untuk Negeri’ , kita mengajak perusahaan-perusahaan agar lebih maksimal dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Ia mencontohkan, di Desa Linusaung yang terletak di perbatasan RI – Malaysia, perusahaan membantu masyarakat dengan menyediakan peralatan mesin jahit.

“Diketahui, sebanyak empat mesin jahit disalurkan untuk kegiatan produktif,” ujarnya lagi.

Selain itu, untuk memastikan kegiatan produksi berjalan lancar, perusahaan juga menyediakan pembangkit listrik bertenaga surya yang disesuaikan dengan potensi energi terbarukan di desa tersebut.

“Dengan dukungan peralatan ini, masyarakat desa kini mampu memproduksi tas kombinasi kulit dan rotan,” tuturnya.

Yosua menilai hasil produksi ini secara langsung meningkatkan ekonomi masyarakat di desa perbatasan.

“Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, Kaltara berhasil mengintegrasikan pembangunan ekonomi di daerah terpencil dengan prinsip keberlanjutan energi hijau,” katanya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial