Menu

Mode Gelap
Kapolda Kaltara Kunjungi Pulau Sebatik, Cek Kesiapan Pos Pelayanan dan Pengamanan Lebaran 2026 Senyum Bahagia Anak Anak TKI Malaysia Saat Jembatan Menuju Sekolahnya Selesai Dibangun : Terima Kasih Sangat Buat Bapak Kapolda   Saat Pekik Merdeka Diteriakkan Warga Perbatasan RI – Malaysia Sambil Menanam Padi di Tengah Jalan Berlumpur Tiga Unit Rumah Guru SD di Pedalaman Sembakung Terbakar, Damkar Minta Maaf Karena Lokasi Tak Terjangkau Saat MBG Dinikmati Sejumlah Siswa Siswi Anak TKI Malaysia di Pulau Sebatik Malaysia Naikkan Harga Tiket Kapal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Kapal Nunukan – Tawau Segera Menyusul Naikkan Tarif

Advertorial

Pemprov Kaltara Mendorong Program CSR Fokus Pada Upaya Menghidupkan Potensi Ekonomi Lokal

badge-check


					Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di sektor pertambangan dan energi di Kalimantan Utara (Kaltara), didorong untuk lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi lokal. Dok.ESDM Kaltara. Perbesar

Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di sektor pertambangan dan energi di Kalimantan Utara (Kaltara), didorong untuk lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi lokal. Dok.ESDM Kaltara.

TANJUNG SELOR, infoSTI – Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di sektor pertambangan dan energi di Kalimantan Utara (Kaltara), didorong untuk lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi lokal.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Yosua Batara Payangan mengatakan, hal ini sejalan dengan harapan Gubernur Kaltara agar program CSR betul-betul dinikmati masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian mereka.

“Pemerintah Provinsi Kaltara menggelar inisiatif ‘Energi untuk Negeri’ , kita mengajak perusahaan-perusahaan agar lebih maksimal dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Ia mencontohkan, di Desa Linusaung yang terletak di perbatasan RI – Malaysia, perusahaan membantu masyarakat dengan menyediakan peralatan mesin jahit.

“Diketahui, sebanyak empat mesin jahit disalurkan untuk kegiatan produktif,” ujarnya lagi.

Selain itu, untuk memastikan kegiatan produksi berjalan lancar, perusahaan juga menyediakan pembangkit listrik bertenaga surya yang disesuaikan dengan potensi energi terbarukan di desa tersebut.

“Dengan dukungan peralatan ini, masyarakat desa kini mampu memproduksi tas kombinasi kulit dan rotan,” tuturnya.

Yosua menilai hasil produksi ini secara langsung meningkatkan ekonomi masyarakat di desa perbatasan.

“Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, Kaltara berhasil mengintegrasikan pembangunan ekonomi di daerah terpencil dengan prinsip keberlanjutan energi hijau,” katanya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial