TANJUNG SELOR, infoSTI – Pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memproyeksikan Provinsi Kaltara sebagai pusat baru hilirisasi nasional yang berbasis energi hijau dan industri ramah lingkungan.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam kunjungan kerjanya ke Tanjung Selor, Kaltara, Minggu (30/11/2025).
Menurut Bahlil, kondisi perekonomian Indonesia yang tumbuh stabil di atas 5 persen dengan inflasi terkendali di bawah 3 persen, harus dibarengi pemerataan manfaat hingga ke daerah.
Ia menilai Kaltara memiliki keunggulan yang belum dimaksimalkan.
“Kaltara ini kaya potensi. Ada cadangan PLTA Sungai Kayan hingga 12.000 MW, sumber tambang yang melimpah, dan peluang besar untuk kawasan industri. Semua ini harus dikelola jauh lebih optimal,” ujar Bahlil.
Sebagai Ketua Satgas Hilirisasi, Bahlil menegaskan pemerintah menempatkan Kaltara sebagai wilayah strategis untuk pengembangan industri hijau.
“Saya berkomitmen menjadikan Kaltara pusat hilirisasi nasional berbasis green energy dan green industry. Ini bukan wacana, tetapi arah kebijakan,” tegasnya.
Ia menyebut, hilirisasi akan membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta mendorong inovasi dan kreativitas di daerah.
Namun, Bahlil juga mengkritisi pola investasi di daerah selama ini. Ia menilai masih banyak investor yang tidak melibatkan pelaku usaha lokal secara maksimal.
“Tidak boleh investor dan pusat saja yang menikmati. Pemerintah daerah dan pengusaha daerah adalah pemilik saham negara ini. Mereka harus menjadi subjek utama pembangunan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil memaparkan perubahan signifikan pada regulasi Minerba yang kini membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.
“Regulasi baru sudah selesai. Koperasi, UMKM, dan BUMD kini mendapatkan jalur prioritas untuk mengelola tambang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penyempurnaan aturan tersebut merupakan upaya mengembalikan keadilan bagi daerah yang selama ini menghadapi berbagai kesulitan dalam mengakses peluang investasi.
“Sebagai orang daerah, saya tahu rasanya dipinggirkan. Atas persetujuan Presiden Prabowo, regulasinya kita perbaiki untuk memastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.
Bahlil menutup dengan menegaskan bahwa transformasi industri hijau di Kaltara adalah agenda penting yang harus didukung penuh oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Ini momentum bagi anak-anak daerah untuk menjadi tuan di negeri sendiri,” pungkasnya













