Menu

Mode Gelap
Carut Marut Penentuan Desil, DPRD Nunukan Segera Agendakan Hering BBM Sulit Diperoleh di Sebatik, Ekonomi Masyarakat Terdampak, Banyak Rumah Dijual Untuk Menutup Utang Bank Rapat Paripurna Raperda APBD Perubahan 2026, Pendapatan Daerah Berkurang Rp 61 Miliar Silaturahmi Bersama Insan Pers Nunukan, DKISP Kaltara Perkenalkan Aplikasi ‘Viralkah’ Harga Beras Lokal Naik Rp 16.000/Kg, Beras Malaysia Mendominasi Pasar Nunukan Sempat Dijual Rp 120.000/Kg, Harga Cabai di Nunukan Mulai Turun Perlahan

Advertorial

DPRD Nunukan Usulkan Inovasi Pola Distribusi Bantuan Pertanian Agar Lebih Merata Sampai Petani di Pelosok Terpencil

badge-check


					Komisi II DPRD Nunukan, membahas finalisasi program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan untuk tahun anggaran 2026, di Ruang Ambalat II Kantor DPRD Nunukan, Selasa (25/11/2025). Dok.Sekretariat DPRD Nunukan. Perbesar

Komisi II DPRD Nunukan, membahas finalisasi program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan untuk tahun anggaran 2026, di Ruang Ambalat II Kantor DPRD Nunukan, Selasa (25/11/2025). Dok.Sekretariat DPRD Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Komisi II DPRD Nunukan, membahas finalisasi program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan untuk tahun anggaran 2026, di Ruang Ambalat II Kantor DPRD Nunukan, Selasa (25/11/2025),

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam SH, didampingi Sekretaris Komisi II, Ramsah, bersama Yawong Salaju, Samuel Parragan SH, Karunia dan H Firman Latif ini, bertujuan untuk memastikan program yang direncanakan sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan, menjelaskan rencana kerja meliputi penguatan produksi pertanian, peningkatan sarana prasarana, distribusi bibit unggul, hingga dukungan program urban farming, termasuk rencana pelatihan peningkatan kualitas SDM petani.

Andi Fajrul mengatakan, DPRD mendukung program yang memberikan manfaat langsung kepada petani di daerah perbatasan, baik dari sisi bantuan input produksi maupun fasilitas pendukung, karena Kabupaten Nunukan memiliki potensi pertanian yang besar.

“Kalau program ini berjalan baik, petani bisa lebih mandiri. Kita ingin pertanian Nunukan berkembang dan daya saing produk lokal meningkat,” ujarnya.

DPRD Nunukan meminta DPKP menyusun indikator capaian yang jelas dan terukur agar program tidak hanya direncanakan tetapi harus dapat diukur hasilnya setiap tahun.

“Kami ingin progres yang dapat dilihat. Apa yang direncanakan harus berjalan sesuai target, sehingga masyarakat merasakan hasilnya,” ujar Ramsah.

DPRD Nunukan mendorong adanya inovasi dalam pola distribusi bantuan pertanian agar lebih merata, karena sejumlah wilayah terpencil masih kesulitan akses.

“Jangan sampai wilayah pedalaman tertinggal. Petani di perbatasan juga harus dapat dukungan yang sama,” kata Samuel.

DPRD Nunukan berharap kolaborasi antara DPRD dan dinas teknis terus berjalan dalam pengawasan dan pelaksanaan program, pembahasan lanjutan terkait teknis dan prioritas program akan dijadwalkan kembali dalam waktu dekat.

Perwakilan DPKP Nunukan menerima semua masukan DPRD dan akan ditindak lanjuti dalam penyusunan final dokumen perencanaan 2026.

Rapat ditutup dengan kesimpulan bahwa program akan difinalisasi sebelum masuk tahap persetujuan berikutnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial